Pelti Dituntut Perbanyak Gelar Turnamen Internasional

Pelti Dituntut Perbanyak Gelar Turnamen Internasional
Tim tenis putri Indonesia ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 12 Februari 2019 | 06:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) harus banyak menggelar turnamen internasional di Tanah Air. Hal ini penting bagi atlet tenis Indonesia untuk mendapatkan pengalaman dari lawan tanding sekaligus memgembangkan tehnik permainan.

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi mengakui pertandingan di Piala Fed Cup Grup 1 zona Asia Oceania yang digelar di Astana, Kazakhstan akhir pekan lalu, memberikan gambaran bahwa tim putri Merah Putih kurang matang karena masih minim pengalaman latih tanding dengan tim yang levelnya lebih baik. Terbukti Aldila dan kawan-kawan harus bersusah payah mempertahankan slot pada grup 1 tersebut.

Menurut peraih medali emas Asian Games 2018 yang berpasangan dengan Christopher Rungkat itu, pemain dari negara-negara Asia lain sudah turun di turnamen grand slam maupun turnamen lain yang punya peringkat yang tinggi dibanding turnamen yang tim Indonesia ikuti. Komposisi pihak lawan peringkatnya jauh diatas, ditambah pengalaman mereka juga masih kurang, meski secara bakat tidak jauh berbeda.

"Bila ada turnamen internasional di Indonesia, kami jadi punya kesempatan uji tanding dengan pemain-pemain unggulan Asia, sehingga saya dan teman-teman tahu kelemahan dan kekurangan pada permainan kami sendiri dan bisa diperbaiki," ujarnya di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (11/2).

Petenis Jessy Rompies mengatakan Indonesia perlu menggelar turnamen internasional di dalam negeri agar memberikan kesempatan bertanding bagi atlet-atlet nasional tanpa harus mengeluarkan ongkos pribadi yang lebih mahal di luar negeri.

"Seandainya saja kalau kami punya kesempatan bertanding di dalam negeri, itu bisa menaikkan peringkat kami. Sementara biaya untuk mengikuti pertandingan di luar negeri itu lebih besar dan dari dana pribadi," ungkap Jessy.

Tim tenis putri Indonesia memang mampu bertahan di grup 1 Zona Asia Oseania setelah mengalahkan tim Thailand dengan skor 2-1 dalam babak play-off di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/2) dan hanya menempati posisi ketiga. Dari 3 laga di babak penyisihan grup, Indonesia hanya menang 1 kali melawan Pacific Oceania tetapi kalah dari Tiongkok dan Korea Selatan.

Sementara Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar menyatakan Fed Cup 2019 menjadi ajang pemanasan bagi tim tenis putri Indonesia menuju SEA Games 2019. Meski sesuai target, Pelti akan tetap mengevaluasi kinerja tim secara keseluruhan.

"Para petenis Piala Fed akan dipertahankan dalam pelatnas (pemusatan latihan nasional) untuk diproyeksikan SEA Games 2019 Filipina. Mereka adalah Jessy Rompies, Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya dan Deria Nur Haliza. Begitu juga dengan skuat Davis Cup. Selain itu, PP Pelti juga sedang mencari amunisi baru dari petenis yunior untuk melapisi pemain yang saat ini sudah ada. Nanti juga akan kami akomodir dari tim yunior. Kami akan melakukan seleksi di yunior," tutup dia.



Sumber: Suara Pembaruan