PB Forki Cari Ketum, Gatot Siap Pimpin Kembali

PB Forki Cari Ketum, Gatot Siap Pimpin Kembali
Gatot Nurmantyo. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Hendro D Situmorang / CAH Kamis, 14 Februari 2019 | 16:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (PB Forki) tengah mencari Ketua Umum baru. Induk organisasi karate nasional itu akan menggelar Munas, 15-16 Februari ini di Hotel Peninsula Jakarta.

Ketua Umum PB Forki petahana, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo disebut-sebut masih akan maju mencalonkan diri dalam Munas yang diikuti 34 pengprov Forki itu. Mantan Panglima TNI ini dinilai masih pantas untuk dimajukan sebagai calon Ketua Umum PB Forki karena selama kepemimpinannya berhasil

Pada kepemimpinan Gatot, Forki mampu mengembalikan tradisi medali emas Asian Games setelah 1998 di Bangkok, Thailand dan 2002 Busan, Korsel. Pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, karate Indonesia mampu merebut 1 medali emas melalui karateka Rifky Ardiansyah, kelas 60 kg kumite.

Keberhasilan itu mengantarkan Gatot Nurmantyo mendapatkan penghargaan Golden Awards PWI 2019 di Gedung Grahadi Surabaya, Jatim. Gatot menerima penghargaan sebagai Pembina Favorit. Namun langkah Gatot menuju kursi nomor satu Forki bukan tanpa saingan. Gatot bakal mendapatkan pesaing kuat, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang kini menjabat Panglima TNI.

Maka tak dapat dihindari dalam Munas Forki 2019 ini bakal terjadi persaingan antara mantan Panglima TNI dan Panglima TNI. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto adalah pengganti Gatot Nurmantyo dalam tampuk pimpinan TNI.

Dari sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan majunya Gatot Nurmantro adalah wajar dan bahkan perlu didukung lantaran dia berhasil mengembalikan tradisi menyambung kembali medali emas di ajang Asian Games 2018.

Gatot sendiri memang belum memberikan sinyal akan maju dalam Munas nanti, namun pensiunan jenderal bintang 4 itu sesungguhnya masih punya impian mengantarkan karate Indonesia merebut medali emas Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang.

Sementara Marsekal Hadi Tjahjanto dinilai memiliki peluang lebih terbuka untuk terpilih mempimpin PB Forki. Hal ini tak lain karena dia mendapatkan dukungan lebih banyak perguruan, seperti Inkanas dan KKI.