Diberi Bonus, Atlet Muda PB Djarum Diminta Tidak Jumawa

Diberi Bonus, Atlet Muda PB Djarum Diminta Tidak Jumawa
Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin (tengah) dan Direktur PT Sunlight Sport Indonesia, Hardep Singh (kedua dari kiri) memberi keterangan kepada wartawan saat memberi bonus untuk atlet muda PB Djarum di Jakarta, Kamis (14/2). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Kamis, 14 Februari 2019 | 17:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Para atlet muda PB Djarum dari U-17 dan U-19 mendapat bonus setelah menjuarai sejumlah turnamen dalam dan luar negeri tahun lalu. Namun, Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin meminta mereka untuk tidak jumawa dan berpuas diri. Sebaliknya, bonus ini menjadi pelecut untuk lebih berprestasi lagi baik sebagai atlet yunior maupun, dan terutama, ketika sudah menginjak fase senior di pemusatan latihan nasional atau pelatnas.

“Apresiasi ini diharapkan bisa melecut semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi, terutama ketika sudah masuk ke level senior nanti. Sementara, atlet yang belum dapat bonus diharapkan berlatih lebih keras lagi dan mampu menuai prestasi seperti rekan-rekannya,” kata Yoppy Rosimin saat memberi sambutan pada acara pemberian penghargaan di Jakarta, Kamis (14/2).

Total bonus yang dibagikan adalah Rp 145.630.000. Dari jumlah ini, tunggal putri, Alifia Intan Nurkhim yang menjuarai Kejurnas Badminton 2018 menapat hadiah sebesar Rp 15 juta.

Bonus terbesar diterima pasangan ganda campuran Leo Rolly Carnadio/Indah Cahya Sari Jamil setelah dinobatkan sebagai atlet muda terbaik PB Djarum 2018. Mereka menjadi juara dunia yunior 2018 setelah mengalahkan ganda campuran, juga dari PB Djarum, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti di final dan berhak atas bonus sebesar Rp 25 juta.

Sisanya, diberikan kepada juara remaja tunggal dan ganda sepanjang 2018 sebesar Rp 16,630 juta dan juara taruna tunggal dan ganda senilai Rp 89 juga.

Pada bagian lain, Yoppy meminta para atlet muda PB Djarum, terutama yang sudah masuk ke pelatnas seperti Alifia Intan Nurokhim dan Leo Rolly Carnadio/Indah Cahya Sari Jamil untuk tidak terlena dengan prestasi yang mereka raih di jejang yunior. Sebab untuk menjadi juara dunia tidaklah mudah. Butuh kerja keras, dedikasi, daya juang, mental juara. Atlet juga harus punya mental yang baik, bukan hanya saat bertanding di lapangan, tetapi juga di luar lapangan,” imbuhnya.

Sementara Indah Cahya Sari Jamil, menjawab wartawan berharap, suatu waktu nanti dirinya bisa mengisi tempat yang ditinggal Liliyana Natsir yang sudah pensiun. “Pinginnya sih menggantikan Ci Butet,” ujarnya.

Adapun Leo bertekad meniru semangat juang dan sikap pantang menyerah dari para pemain senior, termasuk Butet, sapaan Liliyana Natsir, dan Debby Susanto yang juga sudah gantung raket.



Sumber: Suara Pembaruan