Tuan Rumah SEA Games 2019 Pindah ke Indonesia?

Tuan Rumah SEA Games 2019 Pindah ke Indonesia?
Pesta kembang api saat penutupan SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu, 30 Agustus 2017. Pesta olahraga negara-negara di Asia Tenggara tersebut resmi ditutup dan SEA Games selanjutnya bakal digelar di Filipina pada 2019. ( Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A )
Hendro D Situmorang / HA Jumat, 22 Maret 2019 | 05:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Induk dari cabang-cabang olahraga Tanah Air siap menjadi tuan rumah SEA Games 2019, setelah Filipina terancam batal menggelar pesta olahraga Asia Tenggara itu lantaran gagal mendapatkan dana dan adanya konflik internal.

Ketua Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA), Syaiful "Fully" Sutan Aswar mengatakan mendukung penuh bila SEA Games 2019 digelar di Indonesia.

"Kami mendukung SEA Games dipindah di Indonesia. Kami siap menggelar cabang olahraga (cabor) jetski karena memiliki venue kelas dunia," kata Fully ketika dihubungi awak media Kamis (21/3).

Selain Indonesia, dia juga mendukung bila SEA Games di pindah ke Thailand. Sebab Thailand pasti akan mengelar cabor jetski. "Thailand banyak memiliki atlet jetski dan ini berbeda dengan Filipina. Makanya jetski tidak dimainkan di SEA Games Manila, Filipina," jelas dia.

Hal senada dikatakan Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI), Arsyad Ahmadin. Dia mengungkapkan Indonesia bisa saja menggantikan Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019. Hanya saja, harus mendapat persetujuan dari SEA Games Federation Council.

"Meski cukup berat karena ada pemilihan presiden di Indonesia, tetapi peluang tetap terbuka. Apalagi kita cukup sukses menggelar Asian Games 2018 kemarin," kata Arsyad.

Berbeda halnya dengan Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI), Hifni Hasan. Dia mengatakan tidak memungkinkan Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games karena tengah sibuk menggelar pilpres dan pileg.

"Kalau tidak ada pilpres mungkin bisa, lagi pula Indonesia tengah memperbaiki ekonominya. Jadi Indonesia, Thailand atau Singapura lebih tepat menggantikan Filipina," ungkap dia.

Kabar terancam batalnya Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019 datang dari media lokal Filipina, The Daily Tribune. Persiapan olahraga multievent Asia Tenggara ini dikabarkan terkendala karena Komite Olimpiade Filipina (POC) disebut-sebut gagal mendapatkan persetujuan pencairan dana sebesar 5 miliar Peso atau sekitar Rp 3,7 triliun.

Anggota POC, Prospero Pichay bahkan mengatakan Filipina kemungkinan besar bakal mengundurkan diri sebagai tuan rumah SEA Games 2019 jika masalah pendanaan tak kunjung terselesaikan hingga April mendatang. Saat ini, SEA Games Federation Council tengah memonitor situasi Filipina dan keputusan akan diambil dalam waktu dekat. Mereka juga mempertimbangkan Indonesia dan Thailand sebagai kandidat pengganti tuan rumah.

Menurut Pichay, kalau hingga April anggaran belum juga disetujui, Filipina sudah pasti mengundurkan diri. Sebab, mereka tidak bisa membeli berbagai macam perlengkapan lomba sesuai standar SEA Games.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa Broto mengaku belum mendengar atau mendapat keputusan resmi pengunduran diri Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019. Jika benar, Indonesia sangat menyayangkannya.

"Makanya hingga saat ini Indonesia tak pernah mengajukan diri sebagai tuan rumah pengganti. Tidak ada rencana itu (menjadi tuan rumah pengganti SEA Games 2019). Indonesia tidak mengajukan diri untuk menggantikan (Filipina)," tutup Gatot.



Sumber: Suara Pembaruan