200 Atlet Berkuda Siap Bertarung di The Jakarta Masters 2019

200 Atlet Berkuda Siap Bertarung di The Jakarta Masters 2019
Atlet berkuda berlatih di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) Jakarta. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus )
Carlos Roy Fajarta / BW Jumat, 5 April 2019 | 10:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 200 atlet berkuda (rider) dari 40 klub Indonesia siap bertarung pada kompetisi The Jakarta Masters 2019 yang berlangsung 25-28 April mendatang.

Kompetisi berskala nasional ini diselenggarakan bersama oleh Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PB Pordasi) dan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) Jakarta.

President The Jakarta Masters, Dimas Putranto di Jakarta, Kamis (4/4/2019) mengatakan, kejuaraan ini digelar selain untuk memfungsikan kembali venue yang dipakai pada Asian Games 2018, juga agar Jakarta International Equestrian Park dan antusiasme pencinta olahraga kuda kembali bergairah. Diharapkan juga, dari ajang ini muncul bibit atlet muda yang berkecimpung dalam olahraga berkuda. Sebab, jumlah atlet berkuda di Indonesia masih minim.

“Perhelatan berkuda berskala nasional ini adalah event ketiga yang dilaksanakan di JIEPP seusai Asian Games 2018. Nantinya, ada tiga sub bidang yang dipertandingkan yakni dressage, show jumping dan cross country. Mereka akan mempertandingkan sekitar 40 nomor kelas,” ujar Dimas Putranto.

Ketua Umum PP Pordasi, Mohamad Chaidir Saddak berharap ajang yang rencanannya digelar tahunan itu dimanfaatkan para atlet pelatnas sebagai persiapan dalam mengikuti kejuaraan bertaraf internasional. “Kami ingin agar Merah Putih lebih banyak berkibar di area equistrian internasional dan bisa bersaing paling tidak di level Asia,” ucap Mohamad Chaidir Saddak.

Kejuaraan ini, kata dia, sekaligus menjadi persiapan bagi atlet berkuda sebelum turun di South East Asia Championship dan Asian Continental Cup yang diselenggarakan di Thailand. “Kami juga berharap masyarakat datang untuk menonton karena tak dipungut biaya pembelian tiket alias gratis,” kata Mohamad Chaidir Saddak.



Sumber: Suara Pembaruan