8 Lifter Siap Diterjunkan ke Kejuaraan Asia Angkat Besi

8 Lifter Siap Diterjunkan ke Kejuaraan Asia Angkat Besi
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan. ( Foto: Antara/Wahyu Putro A )
Hendro D Situmorang / CAH Sabtu, 6 April 2019 | 08:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak delapan lifter siap diterjunkan ke Kejuaraan Asia Angkat Besi 2019 berlangsung di Ningbo, Tiongkok pada 20-30 April. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) pun memilih 5 lifter putra dan 3 putri terbaik.

Untuk putra ada antara lain Eko Yuli Irawan, Deni, Triyatno, Mohammad Yasin, dan Rahmat Erwin Abdullah. Sementara lifter putri yakni Nurul Akmal, Syarah Anggraini, dan Windy Cantika Aisah (junior). Dari delapan atlet yang dikirim, PB PABBSI mematok ada satu gelar yang diboyong ke Indonesia. Eko Yuli ditargetkan untuk mempersembahkan predikat juara itu sekaligus berburu poin ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Djoko Pramono berharap bisa meloloskan lifter sebanyak mungkin ke Tokyo, tahun depan. Sejauh ini, para lifter andalan Indonesia masih harus mengumpulkan poin untuk lolos ke ajang olahraga tertinggi itu.

“Saya bersama jajaran PB PABBSI berharap bisa meloloskan atlet sebanyak mungkin demi menjaga tradisi medali Olimpiade. Oleh karena itu, kami inginkan ada juara Asia. Kemarin Eko bilang di multievent Asian Games sudah juara, dia sendiri yang ngomong. Sudah juara dunia, Asian Games, tapi juara Asia belum. Itu dari hati dia bilangnya begitu," kata Djoko Pramono saat meninjau para lifter menjalani tes progres dalam Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) di pangkalan Marinir, Kwini, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Diakui, bila lifter lain berhenti latihan, dia (Eko) masih terus berlatih apabila dirinya merasa masih kurang latihannya dan masih sanggup. Djoko pun berharap lifter lain memiliki tekad juara seperti Eko Yuli. Jika tak meraih medali emas, Triyatno dan lainnya diminta memperbaiki catatan angkatan terbaik, dari angkatan snatch maupun clean and jerk. Dia tak ingin lifter pulang dengan tangan kosong seperti di Kejuaraan Dunia di Fuzhou.

Kepala pelatih tim angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja mengatakan tujuan tes progres ini untuk mengetahui sudah sejauh mana kemampuan angkatan dari masing-masing lifter penghuni Pelatnas. Dari setiap angkatan masing-masing lifter nantinya dihimpun menjadi data untuk menentukan strategi di Kejuaraan Asia nanti.

“Jadi kami perlu memiliki data (angkatan) awal dari para atlet. Dari sini kami akan melihat kekurangan dan kelebihannya apa. Makanya, tadi kami setting buat angkatan pertama saja supaya lebih mantap di Kejuaraan Asia," kata Dirdja.

Dalam tes tersebut, PABBSI memberikan porsi latihan yang berbeda. Untuk para atlet yang tidak mengikuti Kejuaraan Asia Angkat Besi 2019, mereka diminta melakukan latihan angkatan snatch dan clean and jerk dengan normal. Sementara, para atlet elit hanya diminta untuk melakukan satu kali angkatan. Hal ini dilakukan supaya tenaga mereka tidak habis lebih dulu sebelum kejuaraan dimulai



Sumber: Suara Pembaruan