Beberapa Induk Cabor Belum Ajukan Proposal Pelatnas

Beberapa Induk Cabor Belum Ajukan Proposal Pelatnas
Sesmenpora Gatot Dewa Broto dicecar 25 pertanyaan terkait masalah pengaturan skor sepak bola.
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 9 April 2019 | 06:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Dewa Broto menilai masih ada beberapa induk cabor (PB/PP) yang belum mengajukan dan menyerahkan proposal pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) yang akan mengikuti SEA Games 2019 Filipina dan Olimpiade 2020 Tokyo.

"Oleh karena itu kami kembali mengimbau kepada seluruh cabor yang belum mengajukan proposal pelatnas agar segera mengajukan sehingga pelatnas atlet bisa berjalan dengan baik sehingga atlet kita nantinya sudah siap dengan target yang akan dicapai pada dua gelaran tersebut,” kata Gatot S di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Menurutnya, karena masih fokus akan penyelesaian anggaran pelatnas tersebut, pihak Kempora belum bisa menyampaikan target, baik target perolehan medali di SEA Games, hingga jumlah cabor dan atlet yang akan lolos ke Olimpiade.

“Saat ini masih fokus menyelesaikan pendanaan untuk cabor. Kami berharap semua cabor sudah siap saja,” ungkap Gatot.

Diakui mematok target sudah sebetulnya dilakukan. Oleh karena itu Kempora sudah melakukan rapat internal Kempora dan rapat bersama KONI Pusat. Indonesia sedang diburu waktu dalam dua persiapan sekaligus, yaitu kualifikasi Olimpiade Tokyo dan SEA Games Filipina.

“Sudah dilakukan. Bukan kami tidak percaya diri. Kita tunggu saja nanti. Target sudah ada di tangan cuman belum layak untuk disampaikan ke publik,” ujar Gatot.

Pelatnas Kurash
Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi) Mayjen TNI A Hafil Fuddin mengatakan cabornya telah memanggil 20 atlet untuk menjalani pelatnas sebagai persiapan menghadapi SEA Games 2019 di Ciloto, Jawa Barat dan resmi dimulai pada Senin (8/4).

Indonesia rencananya akan menurunkan 10 atlet pada SEA Games 2019, yang terdiri dari 5 atlet putra dan 5 putri. 10 atlet yang keluar sebagai juara pada seleksi nasional, Januari 2019 lalu otomatis berhak masuk pelatnas. Mereka didampingi atlet lain yang akan menjadi sparing partner di nomor masing-masing. Setelah dua bulan, mereka akan kembali diseleksi melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) untuk menentukan 10 atlet yang berhak mewakili Indonesia di Filipina.

“Para atlet dipanggil ke pelatnas ini untuk berlatih keras, mempersiapakan diri agar bisa memenuhi target menjadi juara pada SEA Games 2019. Kalau berhasil menjadi juara, itu akan menjadi kebanggaan tersendiri. Ketika bendera Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang, itulah kebanggaan seorang atlet. Itulah hasil dari kerja keras saat berlatih mempersiapkan diri,” kata Hafil Fuddin saat peresmian pelatnas.

“Setiap atlet pasti bercita-cita bisa membela nama negara mereka di kancah internasional. Mereka yang sekarang di pelatnas adalah rakyat Indonesia yang terpilih untuk membela bangsa. Mereka harus bersaing secara sehat, untuk memperebutkan posisi yang bisa mewakili Indonesia ke Filipina,” tambah dia.

Sepuluh nomor yang diikuti tim kurash Indonesia pada SEA Games 2019 adalah -66 kg, -73 kg, -81 kg, -90 kg, dan +90kg untuk putra. Sementara itu di bagian putri, lima kelas yang akan diikuti adalah -52 kg, -57 kg, -63 kg, -70 kg, dan +70 kg.



Sumber: Suara Pembaruan