Empat Pecatur Indonesia Raih Kemenangan

Empat Pecatur Indonesia Raih Kemenangan
Kepela Investasi Sosial Japfa R. Artsanti Alif (tengah), Vice Chairman of the State Great Hural of Mongolia Sanjmyatav Yadamsuren (nomor tiga dari kanan), Tim Indonesia dari Japfa Chess Club Merry Damayanti berfoto bersama dengan penyelenggara dan Federasi Catur Mongolia di sela turnamen ACC Fide Zone 3.3, Mongolia. ( Foto: istimewa )
Harso Kurniawan / HK Kamis, 11 April 2019 | 23:42 WIB

Ulan Bator, Beritasatu.com - Sebanyak empat dari enam pecatur Indonesia yang berlaga di ajang ACC Fide Zone 3.3, Mongolia, berhasil meraih kemenangan. Kemenangan tersebut memperbaiki posisi pecatur Indonesia baik pecatur putra ataupun putri.

“Hari keempat menjadi hari yang cerah untuk Indonesia, karena kemenangan empat pecatur Indonesia yang mampu memperbaiki peringkat masing-masing pecatur,” ujar Chief de Mission Tim Catur Indonesia ACC Fide Zone 3.3 R. Artsanti Alif, yang juga menjabat sebagai kepala investasi sosial Japfa dalam keterangan resmi, Kamis (11/4/2019).

Dia menuturkan, IM Irene Kharisma Sukandar (2384) mengalahkan WGM Nguyen Thi Thanh An (2264, Vietnam), lalu WGM Medina Warda Aulia (2362) menaklukkan CM Tumurbaatar Nomindalai (1958, Mongolia), WIM Chelsie Monica Sihite (2227) menundukkan Erdenebayar Margadgua (1585, Mongolia), dan IM Novendra Priasmoro (2479) mengandaskan CM Battulga Tenuunbold (1692, Mongolia).

Artsanti menambahkan, GM Susanto Megaranto (2523) ditahan remis GM Bayarsaikhan Gundavaa (2481, Mongolia). Satu-satunya pecatur nasional yang kalah adalah Surya Wahyudi (2197) oleh IM John Marvin Miciano (2339, Filipina). “Kemenangan Irene dan Medina membuat keduanya naik di urutan ketiga dan keempat, sedangkan Susanto dapat bertahan sementara di rangking ketiga,”ujar Artsanti.

Vice Chairman of the State Great Hural of Mongolia Sanjmyatav Yadamsuren mengapresiasi Japfa yang telah mengirimkan pecatur Indonesia ke ACC Fide Zone 3.3. Mereka bisa menjadi lawan tangguh sebagai latih tanding pecatur-pecatur Mongolia.

Kristianus Liem, ketua bidang pembinaan dan prestasi Persatuan Catur Seluruh Indonesia, mengatakan, terjadi perang saudara antara Irene dan Medina yang sangat menarik. Adapun Chelsie jika tidak meremehkan lawannya, seharusnya bisa menang.

Sementara itu, dia menerangkan, Megaranto akan melawan posisi penguasa klasemen sementara. Dia berharap pecatur ini bisa terus melaju ke atas. Kris menegaskan, kunci kemenangan adalah tidak meremehkan lawan dan fokus. Novendra dan Surya, menutur dia, memiliki potensi menang di babak kelima ini asalkan memenuhi dua prasyarat itu.

“Perjalanan kompetisi hampir sampai separuh jalan. Namun, menang kalah tetap tidak bisa diprediksi. Perjuangan masih cukup panjang hingga ronde kesembilan,” kata Kris.



Sumber: Investor Daily