Susanto Kejar Tiket Piala Dunia Catur Lewat Kejuaraan di Mongolia

Susanto Kejar Tiket Piala Dunia Catur Lewat Kejuaraan di Mongolia
GM Susanto Megaranto menghadapi GM Jumbayev Rinat dari Kazakhtan yang memiliki rating 2.602 pada ajang Asian Continental Chess Championship di Makati, Filipina. ( Foto: istimewa )
/ JAS Minggu, 14 April 2019 | 08:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pecatur andalan Indonesia Grand Master Susanto Megaranto terus tampil apik pada kejuaraan Catur Zona 3.3 Asia 2019 di Ulaanbatar, Mongolia dan hasilnya mampu membuka peluang mengejar tiket ke Piala Dunia Catur 2020.

"Susanto pada babak ketujuh menundukkan pecatur tuan rumah Grand Master Khatanbaatar Bazar dan kini menempati posisi empat dengan lima angka kemenangan," kata Ketua bidang Pembinaan dan Prestasi Percasi Kristianus Liem dalam keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Minggu (14/3/2019).

Dengan kemenangan tersebut, kata Liem peluang Susanto Megaranto untuk meraih tiket ke Piala Dunia cukup besar. Namun, dengan catatan pada pertandingan sisa meraih kemenangan atau minimal berada di posisi dua klasemen akhir.

Tidak hanya Susanto. Liem menjelaskan jika satu orang pecatur putri Indonesia yaitu Grand Master Wanita Medina Warda Aulia juga masih berpeluang meraih tiket ke Piala Dunia setelah meraih kemenangan di babak ketujuh atas pecatur Mongolia Master FIDE Wanita Altantuya Boldbatar.

"Di bagian putri hanya menyediakan satu tiket saja. Medina tetap memiliki kans tapi harus berjuang lebih keras lagi," kata Kristianus Liem menambahkan.

Medina sendiri hingga babak ketujuh kejuaraan Catur Zonal 3.3 Asia 2019 masih tertahan di posisi tiga dengan 5 angka kemenangan atau tertinggal satu angka dari pimpinan klasemen Master FIDE Wanita Munkhzul Turmunkh.

Pada babak kedelapan, Medina Warda Aulia akan menghadapi pecatur Indonesia lainnya yaitu Chelsie Monica Sihite.

Indonesia pada kejuaraan Catur Zonal 3.3 Asia 2019 selain menurunkan Grand Master Susanto Megaranto dan Grand Master Wanita Medina Warda juga menurunkan Master Internasional Irene Kharisma Sukandar, Master Internasional Wanita Chelsie Monica Sihite IM Novendra Priasmoro dan Surya Wahyudi.



Sumber: ANTARA