Tim Catur Indonesia Bangkit di Babak Ketujuh

Tim Catur Indonesia Bangkit di Babak Ketujuh
GM Susanto Megaranto (baju merah) melawan GM Khatanbaatar Bazar (baju hitam) di babak ketujuh Asia Chess Championship Fide Zone 3.3 di Ulan Bator, Mongolia. ( Foto: istimewa )
Harso Kurniawan / HK Minggu, 14 April 2019 | 20:34 WIB

Ulan Bator, Beritasatu.com - Tim catur Indonesia bangkit di babak ketujuh, setelah sempat terpuruk di babak keenam Asia Chess Championship Fide Zone 3.3 di Ulan Bator, Mongolia. Hasil dari tanding babak tujuh cukup menggembirakan, yakni empat kemenangan, satu remis, dan satu kalah.

“Tim Putri Indonesia ketiganya mendapatkan kemenangan, sedangkan tim Putra Indonesia menuai hasil sedikit berbeda," ujar Chief de Mission Indonesia Artsanti Alif dalam keterangan resmi, Minggu (14/4/2019).

Dia menegaskan, GM Susanto Megaranto berhasil memperoleh kemenangan dari GM Khatanbaatar Bazar (2337, Mongolia), Surya Wahyudi menahan remis FM Baasansuren Erdene (2199, Mongolia), dan IM Priasmoro Novendra harus kalah dari FM Amartuvshin Ganzorig (2373, Mongolia).

Artsanti yang juga menjabat sebagai kepala investasi sosial Japfa menegaskan, kebangkitan tim pada babak ketujuh menunjukkan kualitas pecatur Indonesia yang tidak mudah menyerah. Petarungan Indonesia di ACC Fide Zone 3.3 tinggal dua babak hingga 15 Juni 2019 mendatang. “Tim Indonesia harus pantang menyerah dan bisa terus bangkit dari kekalahan sebelumnya. Hasil pada babak ketujuh ini menunjukkan kualitas pecatur Indonesia yang pantang menyerah,” ujar Artsanti.

Dia menuturkan, Japfa selaku sponsor melihat dukungan yang diberikan kepada pecatur Indonesia tidak sia-sia dan terbayar dengan sikap pantang menyerah atlet kita di mongol.

Kristianus Liem, ketua bidang pembinaan dan prestasi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) mengatakan, peluang untuk mendapatkan tiket kemenangan masih terbuka, meski harus diraih dengan perjuangan berat dan fokus. “Masih ada sedikit peluang. Contohnya, Susanto apabila terus menang bisa mendapatkan peluang mendapatkan tiket. Tim putri lebih susah, karena hanya ada satu tiket tersedia untuk menuju Chess World Cup,” ujar Kris.

Kris menjelaskan, meski peluang kecil, kesempatan masih tersebut masih bisa diraih. Peluang tersebut masih berpotensi dapat diraih oleh Medina. Hingga ronde ketujuh, IM Medina berada di peringkat ketiga dengan lima poin, selisih satu point dengan penguasa klasemen sementara FM Munkhzul Turmunkh.

Hasil tersebut, kata dia, menjadi tantangan tersendiri karena lawan pada babak kedelapan semakin kuat. Pada babak kedelapan, aka n terjadi perang saudara, WGM Aulia Medina Warda dan WIM Chelsie Monica, sedangkan IM Irene akan melawan WGM Frayna Janelle yang pernah dikalah oleh WGM Medina waktu Duel Match di Indonesia .

"Di kelompok putra, juga terjadi perang saudara antara IM Priasmoro Novendra dan Surya Wahyudi. GM Susanto Megaranto akan melawan pecatur tuan rumah FM Nasanjargal Urtnasan,” imbuh dia.



Sumber: BeritaSatu.com