Kempora dan BPJS Gaungkan Olahraga Dayung

Kempora dan BPJS Gaungkan Olahraga Dayung
Kempora dan BPJS Ketenagakerjaan kenalkan olahraga air dayung. ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / CAH Rabu, 22 Mei 2019 | 08:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menggaungkan olahraga air yang mulai digemari masyarakat khususnya dayung. Puncaknya dilakukan lewat event internasional bertajuk Belitong Geopark International SUP (Stand Up Paddleboard) and Kayak Marathon (BGISKM) 2019 di Bangka Belitung pada 2-4 Agustus mendatang.

“Event ini bukan sekadar kompetisi olahraga bagi penggiat SUP dan kayak, tetapi menjadi ajang berkumpulnya penggiat SUP dan kayak dari seluruh dunia untuk dapat menikmati kepulauan Belitung khususnya, sambil memajukan dan memancing minat olahraga dayung bagi warga Indonesia yang seyogyanya menjadi olahraga unggulan di Indonesia sebagai negara maritim,” ujar Imam Nahrawi pada keterangannya Selasa (21/5).

Agus Susanto mengakui kini terlihat semakin banyaknya komunitas kayak dan SUP bermunculan. Ia berharap kegiatan berkelas internasional ini selain untuk memajukan potensi pariwisata Indonesia, juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya pekerja hingga olahragawan akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"BPJSTK memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, termasuk di dalamnya para atlet, pekerja formal, pekerja informal seperti nelayan, pedagang, dan lain sebagainya," jelas Agus.

Ia mengatakan jumlah peserta yang akan mengikuti kompetisi ini ditargetkan sebanyak total 250-300 peserta dari berbagai kategori, seperti kayak, SUP, dan kanoe tradisional. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 2-4 Agustus 2019 di Tanjung Kelayang, Bangka Belitung.

Kick off ditandai dengan pelepasan peserta Night Paddling oleh Menpora, Imam Nahrawi sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan menuju BGISKM 2019. Sementara jumlah peserta yang akan mengikuti kompetisi BGISKM 2019 ditargetkan sebanyak total 250-300 peserta dari berbagai kategori, seperti kayak, SUP, dan kanoe tradisional.



Sumber: Suara Pembaruan