Indonesia Lawan Jepang di Semifinal, Ini Analisis Susy

Indonesia Lawan Jepang di Semifinal, Ini Analisis Susy
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. ( Foto: Antara )
/ JAS Jumat, 24 Mei 2019 | 20:26 WIB

Nanning, Beritsatu.com - Laga semifinal Piala Sudirman 2019, Sabtu (25/5/2019) akan menjadi laga yang tak akan mudah bagi tim Indonesia. Jepang yang merupakan unggulan kedua, sudah menunggu Indonesia setelah di perempat final mereka menang telak atas Malaysia dengan skor 3-0.

Jepang memang punya kekuatan merata, namun di babak penyisihan Grup D, mereka sempat tertinggal 1-2 dari Rusia saat kecolongan nomor tunggal putra dan ganda putra. Jepang akhirnya memenangkan duel dengan Rusia dengan skor akhir 3-2. Satu kemenangan lagi direbut Jepang atas Thailand dengan skor 4-1 dan memastikan diri menjadi juara grup A.

Sedangkan Indonesia merupakan juara Grup B dengan mengantongi satu kemenangan atas Inggris dengan skor 4-1 serta satu kekalahan dari Denmark dengan skor 2-3. Pada babak perempat final, Indonesia menekuk Taiwan dengan skor 3-2.

Jepang yang menamai tim mereka Bird Japan, memang lebih unggul dari Indonesia di semua sektor, kecuali ganda putra. Akan tetapi ganda putra Takeshi Kamura/Keigo Sonoda juga berpenampilan baik dalam beberapa pertemuan dengan ganda Indonesia di sejumlah turnamen.

Jepang bahkan diperkuat pemain peringkat pertama dunia di nomor tunggal putra lewat Kento Momota dan ganda putri lewat pasangan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

"Kekuatan Jepang memang merata, tapi saat ketemu Rusia, Jepang juga sempat tertinggal. Kalau kita kupas satu-satu, ganda putra memang ramai, lihat dari head to head dulu, siapa yang akan turun? Kalau di ganda putri memang banyak kalah di pasangan kami. Tapi kan di pertandingan ini kita belum tahu, penampilan Greysia (Polii)/Apriyani (Rahayu) juga lagi naik, mereka nggak terkalahkan dari awal, mudah-mudahan kepercayaan diri mereka naik dan tambah berani," jelas Susy Susanti, Manajer Tim Indonesia.

"Dengan kemenangan Praveen (Jordan)/Melati (Daeva Oktavianti), rasa percaya diri mereka sedang naik, apalagi menjadi penentu. Kami berharap mereka nanti tampil lebih baik lagi. Untuk tunggal putra, akan diturunkan antara Jonatan (Christie) atau Anthony (Sinisuka Ginting). Mereka berdua ketemu Momota kan menang-kalah. Di tunggal pun Gregoria (Mariska Tunjung) pernah menang dari Akane (Yamaguchi)," ujar Susy.

Susy pun tak henti-hentinya memberi semangat kepada tim untuk terus berjuang hingga pertandingan benar-benar berakhir. Di atas kertas, Jepang memang lebih dijagokan untuk melaju ke final, namun bukan berarti peluang Indonesia sudah tertutup.

"Kami memang ada keinginan dan kami arahkan ke para atlet satu demi satu poin, ayo berani ngadu dulu, ngelawan dulu. Nggak usah lihat di atas kertas, atau head to head. Semua bisa terjadi di lapangan kok, semangat dan berjuang dulu di lapangan," tutur pahlawan Indonesia di Piala Sudirman 1989 ini.

"Pada saat briefing ke semua anggota tim, kami memang bilang kalau di tim harus kompak. Yang tidak main, bantu tim untuk support temannya yang sedang main, kami bantu dengan yel-yel. Jadi tadi di partai penentuan, Praveen/Melati merasa nggak sendirian. Tidak lupa tadi kami juga mengingatkan mereka untuk jangan kendor, takut juga kan kalau lagi posisi seperti itu kalau lengah," tambahnya.

Perjuangan tim Indonesia melawan Jepang di semifinal Piala Sudirman 2019 akan disiarkan langsung di stasiun TVRI pada Sabtu (25/4), pukul 17.00 - 22.00 WIB.



Sumber: Badminton Indonesia