PB ISSI Terjunkan Atlet Pelapis di SEA Games 2019

PB ISSI Terjunkan Atlet Pelapis di SEA Games 2019
Ketua Umum PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari bersama Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto, memberikan penjelasan kepada awak media usai penandatanganan kerja sama pengelolaan Jakarta International Velodrome, Senin (17/12). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Hendro D Situmorang / CAH Selasa, 28 Mei 2019 | 09:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sports Indonesia (PB ISSI) akan menerjunkan atlet pelapis pada SEA Games 2019 karena lebih fokus kepada persiapan Olimpiade 2020. Induk cabor sepeda ini harus jeli dalam mempersiapkan diri menyambut dua gelaran multievent terdekat yakni SEA Games Filipina dan Olimpiade Tokyo. PB ISSI akui lebih memprioritaskan Olimpiade sebagai target utama.

Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, optimistis dan berjanji meneruskan tradisi menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia di SEA Games 2019 Manila, Filipina, 30 November sampai 11 Desember mendatang. Meski atlet lapis kedua yang diberangkatkan ke Filipina, mereka juga punya peluang meraih medali emas.

"Minimal kami akan sumbangkan satu medali emas di ajang multievent se-Asia Tenggara itu bagi kontingen Merah Putih. Kami tetap mempersiapkan SEA Games 2019 dengan sebaik mungkin," tutur Oktohari saat berbuka puasa dengan anak yatim dan awak media di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Sementara atlet utama direncanakan bakal fokus mengikuti kejuaraan yang jadi ajang kualifikasi sekaligus pengumpulan poin menuju Olimpiade 2020. Ia berharap atlet yang dikirim juga waktunya tidak tabrakan antara kualfiikasi Olimpiade dan SEA Games. Kalau seandainya bertabrakan dengan pengumpulan poin ke Olimpiade, itu yang lebih diprioritaskan.

Pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur, PB ISSI menyumbangkan dua medali emas, dua medali perak, dan tujuh medali perunggu. Selain itu, tercipta tiga pemecahan rekor di level SEA Games bagi pesepeda Indonesia dari nomor 1.000 meter putra, 500 meter putri, individual pursuit putra.

Okto menegaskan SEA Games 2019 bukan menjadi ajang antara menuju Olimpiade 2020. Waktu pengumpulan poin menuju Olimpiade 2020 disebut Okto terbatas, terutama untuk nomor BMX, track dan road race yang menjadi potensi bagi pebalap Indonesia untuk lolos.

"Kita punya satu tahun untuk mengumpulkan poin untuk bisa berlaga di Olimpiade tahun depan. Bicara potensi itu dari BMX, Road dan Track tapi kami akan coba terus di nomor lain. Sekali lagi, ikut satu saja ke Olimpiade adalah tantangan luar biasa. BMX pertama tampil di Olimpiade Rio 2016," ungkap dia.

PB ISSI pun harus memilah kejuaraan yang akan diikuti para atletnya untuk bisa mendapat poin menuju Olimpiade 2020. Pasalnya tidak semua turnamen berstatus kualifikasi Olimpiade.

“Kita akan mengirimkan atlet-atlet elite kita untuk mengikuti turnamen berlabel UCI (Uni Sepeda Internasional) event. Seperti kemarin ada beberapa atlet yang kita kirim ke Thailand dan berhasil menempati posisi dua dan tiga dan itu bisa menambah poin untuk Olimpiade,” tutup Okto



Sumber: Suara Pembaruan