Arianne-Nadia Juara ITF World Tennis Tour W15

Arianne-Nadia Juara ITF World Tennis Tour W15
Pasangan saudara sepupu asal Belanda dan Indonesia, Arianne Hartono (23 tahun) dan Nadia Ravita (25) yang keluar sebagai juara ganda Pelti Indonesia W15 Jakarta. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Hendro D Situmorang / FER Sabtu, 29 Juni 2019 | 21:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan saudara sepupu asal Belanda dan Indonesia, Arianne Hartono (23 tahun) dan Nadia Ravita (25) keluar sebagai juara ganda Pelti Indonesia W15 Jakarta. Dalam laga final ajang ITF World Tennis Tour, Sabtu (29/6/2019).

Pasangan yang menempati unggulan ketiga ini, menang atas duet kembar Zani dan Lee Barnard dari Afrika Selatan (Afsel). Arianne/Nadia unggul melalui super tie break dengan skor akhir 2-6 6-4 [11-9].

"Kami beruntung bisa mengambil set kedua setelah kalah di set pembuka. Begitu pula saat super tie break, kami selalu tertinggal dalam pengumpulan angka. Tentu saja senang bisa kembali juara di Jakarta seperti tahun lalu," tutur Arianne usai melakoni final berdurasi satu jam 20 menit.

Arianne juga berpeluang memborong dua gelar juara, baik nomor single maupun double turnamen berhadiah total US$ 15.000 atau sekitar Rp 210 juta yang berlangsung di lapangan tenis Elite Club Epicentrum, Jakarta Selatana. 

Di final tunggal, unggulan kedelapan berperingkat ke-778 dunia itu bakal meladeni tantangan andalan Merah Putih, Rifanty Kahfiani (21).

Di semi final, Arianne menjungkalkan unggulan kedua tuan rumah, Aldila Sutjiadi 7-5 6-4. Sementara Rifanty mengalahkan seeded kelima asal Jepang, Micheka Ozeki 6-3 6-4.

"Rifanty merupakan lawan yang sulit karena mampu mengubah tempo permainan dengan variasi pukulan slice dan spin tinggi,” ucap petenis berdarah Indonesia ini.

Merujuk situs Federasi Tenis Internasional (ITF), Arianne unggul dalam dua pertemuan dengan Rifanty. Dua kemenangan itu diperoleh keponakan mantan petenis nasional Lucky Tedjamukti yang juga ibunda dari partner gandanya, Nadia Ravita di turnamen ITF Junior Widjojo Soejono Surabaya, 2011 dan 2012.

"Pertandingan itu sudah lama sekali, saya masih anak-anak. Jadi, lihat saja di final besok,” pungkas Arianne yang ingin menyandingkan gelar juara tunggal dan ganda seperti yang diraihnya di Jakarta, tahun silam.



Sumber: Suara Pembaruan