Pemain Siapkan Fisik Jelang Indonesia Open

Pemain Siapkan Fisik Jelang Indonesia Open
Jonatan Christie ( Foto: Badminton Indonesia )
Hendro D Situmorang / CAH Sabtu, 13 Juli 2019 | 08:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jelang Indonesia Open 2019 di Istora, Senayan, Jakarta, 16-21 Juli mendatang, para pemain bulutangkis terbaik Indonesia terus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Tak kalah penting dari persiapan teknik, persiapan fisik juga punya peranan besar bagi atlet.

Tim pelatih memberikan latihan fisik berupa lari di lintasan serta angkat beban di gym. Tidak kalah penting, program recovery juga diberikan oleh tim pelatih untuk menjaga kondisi para atlet tetap bugar di atas lapangan. Seperti yang dilakukan pelatih fisik ganda putri, Ary Subarkah. Ia merendam anak asuhnya Greysia Polii cs untuk memperbaiki kondisi otot pasca menjalani latihan berat selama satu bulan terakhir menuju Indonesia Open 2019.

“Para atlet kan sudah menjalani latihan fisik yang berat sekali, mereka butuh recovery. Banyak terjadi inflamasi pada otot. Berendam air es bisa membantu recovery dan membuat robekan ototnya merapat kembali,” kata Ary di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Berendam air es dilakukan tiap pemain ganda putri selama 30 detik, mereka harus merendam seluruh tubuh hingga ke leher. Ini diulang sebanyak delapan hingga sepuluh kali. Setelah berendam air es, mereka harus menyiram tubuh dengan air suhu normal.

Selain berendam air es, atlet juga bisa melakukan recovery dengan pijat, kompres bagian-bagian tertentu dengan es, serta contrass bath yaitu berendam di air es dan air hangat secara bergantian.

“Sebetulnya bisa juga berendam di air es langsung ke air hangat, tapi teknik seperti ini (rendam air es saja tanpa air hangat) juga ada,” kata Ary.

Diakui program recovery sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Intensitas dan frekuensi program disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet. Ia mengaku recovery itu ada indeks dan ada hitungannya sendiri. Setelah recovery otot tubuh, para atlet juga akan diprogramkan persiapan nutrisi lewat makanan untuk memaksimalkan kondisi tubuh jelang turnamen.

“Habis ini harus makan makanan berprotein tinggi dan carbo loading. Setelah latihan berat, recovery dan relaksasi, lalu tubuh disuplai nutrisi, sehingga siap menghadapi turnamen,” tutur Ary. Program recovery pun akan tetap berjalan selama turnamen. Tim pendukung akan mempersiapkan peralatan seperti recovery pump, maupun peralatan lainnya.

Target Jonatan
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie menyatakan tidak memasang target yang terlalu tinggi di Indonesia Terbuka yang akan mulai berlangsung pekan depan. Meski menginginkan bisa mendapat gelar juara, peraih medali emas Asian Games 2018 itu merasa tetap harus realistis.

“Semua pemain yang ikut pasti harapannya mau juara, tapi kan harus realistis juga. Kalau dari peringkat saya yang ada di urutan delapan besar, paling tidak masuk perempat final dulu. Lawan-lawan saya di babak pertama dan kedua itu enggak gampang,” kata dia.

Namun, Jonatan merasa percaya diri bisa melakoni ronde pertama-nya nanti. Apalagi karena di pertandingan pertamanya, yang harus dihadapi ialah wakil Denmark Rasmus Gemke. Jonatan mengatakan bahwa dia sudah berpengalaman menghadapinya.

“Saya pernah ketemu dia di Indonesia Masters dan sempat ketinggalan jauh di gim pertama, tapi bisa membalikkan keadaan. Tipe main dia sama seperti pemain Denmark lainnya, banyak main dengan tempo cepat, jarang reli seperti (Kento) Momota. Mainnya banyak drive, angkat, smash, jadi saya harus waspada di pola mainnya itu,” ucap dia.

Dengan torehan hasil positif di Selandia Terbuka dan Australia belum lama ini, Jonatan mengatakan sangat mengerti bahwa ada harapan yang besar dari publik di Tanah Air ketika dirinya berlaga di Indonesia Terbuka.

“Mudah-mudahan harapan itu jadi doa. Ada banyak pemain Indonesia yang punya kans juara, seperti Kevin (Sanjaya Sukamuljo)/Marcus (Fernaldi Gideon),” sambung dia.

Dari segi persiapan, Jonatan mengaku tengah fokus dengan latihan fisik. Jeda waktu antara pertandingan terakhir yang dia jalani dengan Indonesia Terbuka juga cukup panjang sehingga punya banyak kesempatan untuk berlatih.



Sumber: Suara Pembaruan