Djokovic Taklukkan Federer di Final Wimbledon Terlama

Djokovic Taklukkan Federer di Final Wimbledon Terlama
Petenis Serbia Novak Djokovic (kanan) membawa trofi juara Wimbledon setelah mengalahkan Roger Federer (kiri) di laga final, 14 Juli 2019. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Senin, 15 Juli 2019 | 01:43 WIB

London, Beritasatu.com - Novak Djokovic akhirnya bisa menghentikan perlawanan petenis veteran Roger Federer untuk merebut trofi Wimbledon kelimanya, setelah pertandingan set kelima yang ketat dan menegangkan, Minggu (15/7/2019) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Petenis Serbia itu menang dengan skor 7-6 (7-5), 1-6, 7-6 (7-4), 4-6, 13-12 (7-3) untuk mempertahankan gelarnya dan menambah total raihan trofi grand slam menjadi 16, masih tertinggal empat trofi dari si petenis Swiss.

Pertandingan berlangsung sangat ketat di set penentuan, dan total dibutuhkan 4 jam 57 menit sejak dimulai sore hari waktu London, dan menjadi final paling lama dalam sejarah turnamen tersebut.

Rekor sebelumnya adalah empat jam 48 menit pada final 2008 ketika dia dikalahkan Rafael Nadal dalam laga epic lainnya.

Final ini memang sangat ideal, mempertemukan juara bertahan yang juga unggulan teratas dengan pemegang rekor Wimbledon di era Open, Federer, yang sudah mengoleksi delapan trofi di sana.

Djokovic adalah petenis nomor satu dunia saat ini, sementara Federer adalah pemenang turnamen grand slam terbanyak sehingga dijuluki GOAT -- pemain terhebat sepanjang masa atau greatest of all time.

Rekor baru juga menunggu setiap pemenang dari turnamen bergengsi tersebut.

Federer memburu trofi grand slam ke-21 dan menjadi tunggal putra tertua (37 tahun 340 hari) yang bisa memenangi final grand slam. Djokovic, 32, akhirnya lebih beruntung dan menjadi petenis pertama berusia di atas 30 tahun yang mampu mempertahankan gelar Wimbledon.

Dalam 11 pertemuan terakhir mereka, Djokovic menang sembilan kali. Total catatan head-to-head mereka berdua adalah 26-22 untuk Djokovic.

Ini ketiga kalinya si petenis Serbia mengalahkan Federer di final Wimbledon, setelah 2014 (lima set) dan 2015 (empat set).

Djokovic, pemegang rekor di Australia Terbuka dengan tujuh trofi, juga akan berupaya mempertahankan gelar AS Terbuka pada akhir Agustus nanti.



Sumber: USA Today