Tim Merah Putih Siap Tempur di Indonesia Terbuka

Tim Merah Putih Siap Tempur di Indonesia Terbuka
Para pebulutangkis Indonesia (kiri ke kanan) Fajar Alfian, Ruselli Hartawan, Hendra Setiawan, Greysia Polii dan Praveen Jordan melakukan sesi foto jelang kejuaraan blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta, Senin (15/7/2019). Turnamen akan diikuti 236 pebulutangkis dari 20 negara mulai 16 hingga 21 Juli 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Hendro D Situmorang / JAS Selasa, 16 Juli 2019 | 06:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim terbaik Indonesia siap tempur pada Blibli Indonesia Open (BIO) atau Indonesia Terbuka 2019. Turnamen ini akan dilangsungkan mulai hari ini Selasa (16/7/2019) hingga Minggu (21/7/2019) mendatang di Istora Gelora BUng Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti menyampaikan bahwa tim Indonesia sudah siap tempur dan telah menjalani sesi uji coba lapangan.

"Soal persiapan, sudah cukup baik, semua pemain dalam keadaan sehat, semua siap tempur. Tadi kami sudah coba lapangan. Walaupun sudah sering main di Istora, mereka tetap butuh adaptasi," ungkap Susy di Jakarta, Senin (15/7/2019).

"Sejauh ini kendalanya hanya harus antisipasi AC (air conditioner) saja. Tadi latihan kan tidak ada penonton, jadi laju angin AC pasti beda. Tetapi seharusnya pemain sudah hafal dan tidak merasa asing lagi di Istora, malah tambah semangat. Semua tinggal finalisasi strategi di lapangan," jelas Susy.

Susy pun mengatakan bahwa euforia pecinta bulutangkis tahun ini semakin luar biasa. Animo penonton yang ingin menyaksikan BIO secara langsung di Istora pun meningkat tajam.

"Animo penonton seperti ini memang ada plus-minusnya. Minusnya, mungkin banyak yang kecewa karena tidak kebagian tiket. Plusnya berarti bulutangkis naik lagi dan semua mau menyaksikan langsung perjuangan atlet-atlet kita," jelasnya.

Susy berharap para atlet bisa tampil lepas dan tidak terbebani saat berlaga di hadapan publik sendiri. Beban atau tidak, tergantung bagaimana menyikapinya. Kalau menyikapi positif, mereka tidak sendiri dan sebetulnya penonton datang untuk mendukung. Dengan demikian pemain harus menunjukkan dengan memberi hasil terbaik.

Sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu siap tampil agresif sejak awal laga ini bergulir. Keduanya mengaku akan bergerak cepat sejak awal turnamen dan tak ingin angkat koper terlebih dahulu, apalagi PP PBSI telah mengevaluasi penampilan mereka di berbagai turnamen.

"Kami ingin fokus untuk bisa lolos babak demi babak. Semua peserta juga memiliki peluang yang sama untuk jadi juara dan bisa dibilang bahwa sebenarnya tidak ada yang disebut sebagai pemain unggulan," ucap Greysia.

"Saya, sudah ketemu semua dan ganda putri sekarang semua punya peluang juara yang sama. Tidak ada yang favorit. Dari unggulan pertama sampai ke-10 punya peluang," tambah Apriyani.

Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan meskipun tak lagi muda, juga menjadi salah satu tumpuan Indonesia untuk meraih gelar juara. Setelah rujuk kembali dengan Ahsan di awal tahun 2018, grafik permainan The Daddies kian melonjak, apalagi keduanya mampu meraih gelar juara All England 2019.

Unggulan keempat itu akan menghadapi pasangan Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge di babak pertama. Dari tiga pertemuan dengan Ellis/Langridge, Ahsan/Hendra selalu menang, namun pasangan Indonesia tetap mewaspadai karena ganda putra Inggris itu baru saja menjadi juara di European Games 2019.

"Persiapan kemarin ada sekitar satu bulan. Kurang lebih kami kuatkan tenaga tangannya dan jaga fisik saja, jangan sampai fisiknya turun," ungkap Hendra.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga akan turun sebagai unggulan keenam di sektor ganda putra. Pada laga perdana nanti, Fajar/Rian yang menjadi semifinalis Indonesia Open 2018, akan menghadapi pasangan Tiongkok, Huang Kai Xiang/Liu Cheng.

"Pasangan Tiongkok itu pasangan baru, jadi kami belum tahu kelemahan dan kelebihannya, tetapi tidak bisa dianggap remeh walau pasangan baru," kata Fajar.



Sumber: Suara Pembaruan