Indonesia Open 2019

Hendra/Ahsan dan Marcus/Gideon Bidik Final

Hendra/Ahsan dan Marcus/Gideon Bidik Final
Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri). ( Foto: Antara )
Hendro D Situmorang / CAH Sabtu, 20 Juli 2019 | 07:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tuan rumah Indonesia hanya mampu meloloskan dua wakilnya ke babak semifinal turnamen bulutangkis Indonesia Open 2019. Mereka berasal dari pasangan ganda yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akan berjuang mencapai tiket final di Istora Senayan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (20/7/2019) siang.

Marcus/Kevin yang dijuluki "The Minions" dan menjadi unggulan pertama akan menghadapi ganda asal Tiongkok, Li Jun Hui/Liu Yu Chen yang ada di posisi ketiga. Adapun Hendra/Ahsan atau biasa disapa "The Daddies" akan melawan pasangan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi yang berasal dari Jepang. Hendra/Ahsan kini menempati peringkat empat, sedangkan lawan berada di posisi 15 dan keduanya belum pernah bertemu.

Baca juga: Hendra/Ahsan Lolos ke Semifinal Secara Dramatis 

Bila kedua ganda Indonesia tersebut sukses menumbangkan lawan-lawannya, akan terciptakan final sesama Indonesia yang berlangsung Minggu (21/7/2019) dan mengamankan 1 gelar dari ganda putra pada ajang turnamen BWF Super 1.000 ini. Keduanya pun dituntut dapat meraih juara demi menyelamatkan wajah tuan rumah Indonesia. Hal itu dikarenakan tidak ada lagi wakil di sektor lainnya, baik ganda campuran maupun tunggal putra yang sudah berguguran di perempat final.

Marcus/Kevin tercatat sudah delapan kali menang dan dua kali kalah dari Li/Liu. Menanggapi hal ini, Kevin menuturkan bahwa rekor pertemuan tidak terlalu berpengaruh dalam pertandingan karena di lapangan, semua dimulai dari 0-0.

"Kami sudah sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan lawan. Setiap ketemu mereka selalu ramai, menang atau kalah, permainannya tidak pernah mudah. Kami harus siap kasih yang terbaik untuk besok," kata Kevin usai laga semifinal menumbangkan pasangan Zhang Nan/Ou Xuan Yi (Tiongkok), dengan skor 21-12, 21-16 di Istora Senayan, Jumat (29/7/2019).

Sedangkan Marcus akan mengantisipasi serangan kencang dan tenaga kuat yang dimiliki Li/Liu. Diakui postur lawannya yang tinggi membuat mereka unggul di bola-bola atas.

Ini Jadwal Pertandingan Semifinal Indonesia Open 

Sementara Hendra/Ahsan akan menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi asal Jepang yang mampu meredam ganda Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Fajar/Rian dihadang dalam dua game langsung, 19-21, 12-21. Sebelumnya The Daddies lolos ke semifinal usai menyingkirkan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 21-17, 16-21, 21-17.

"Kami tak mau berpikir kemungkinan terjadinya all-Indonesian finals. Yang terpenting adalah fokus pada pertandingan selanjutnya, dan tidak mau melihat menang atau kalah," tegas Ahsan.

Sayangnya langkah positif itu tak mampu diikuti Fajar Alfian/Rian Ardianto. Ganda putra pelapis pelatnas PP PBSI ini kalah 19-21, 12-21 dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang). Padahal jika menang, mereka bisa bertemu Ahsan/Hendra di semifinal.

Ganda campuran satu-satunya, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow pun akhirnya harus kandas di perempat final. Mereka kalah 11-21, 21-14, 14-21 dari duet Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Tontowi pun terus terang mengakui keunggulan lawannya.

"Saya rasa tadi di set pertama stategi kita kurang pas, mainnya lambat gitu. Set kedua kita udah benar strateginya. Set ketiga kita kalah gesit, mereka mainkan servis-servis panjang," ujarnya.

Rekannya Winny beralasan terlalu ingin cepat ingin mengakhiri perlawanan dari musuhnya. "Itu bukan tegang karena buru-buru, tapi karena mau cepet-cepet matiin (bola lawan). Tapi malah mati sendiri," tambah Winny.

Penampilan Tontowi/Winny
Sementara itu, Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI, Richard Mainaky mengatakan cukup puas dengan penampilan Tontowi/Winny. Meskipun kalah, namun mereka menunjukkan perlawanan dan kalahnya pun dari pasangan yang berpengalaman.

"Tontowi/Winny kalah pengalaman, khususnya Winny. Sedangkan lawan, pengalamannya segudang. Tontowi tidak kalah kalau dari segi pengalaman, tapi saat menjalankan strategi, kami masih percaya nggak percaya sama Winny, padahal dia bisa, diolah dulu, tapi tipe main dia kalau sudah posisinya enak, langsung serang, dia refleks sering begini," ungkap Richard.

Dengan demikian, maka sektor ganda campuran tak lagi memiliki wakil tersisa di babak 4 besar. Disebutkan Richard, hasil ini tentunya tak sesuai dengan harapan dan merupakan proses mencari generasi baru setelah pensiunnya Liliyana Natsir.

"Itu tanggungjawab saya, ke depannya, kami akan selalu benahi kekurangan, akan kami benahi secepat mungkin," sebut Richard.

Di nomor tunggal putra, Jonatan Christie juga gagal melaju ke babak semifinal usai dikalahkan oleh pemain Taiwan Chou Tien Chen. Pria yang lebih akrab disapa Jojo itu ditumbangkan oleh Chou dalam tiga game yang berjalan selama 76 menit dengan skor 21-16, 18-21, 14-21. [H-15]



Sumber: BeritaSatu.com