Jonatan: Unggulan Keempat Bisa Jadi Keuntungan Juga Bumerang

Jonatan: Unggulan Keempat Bisa Jadi Keuntungan Juga Bumerang
Jonatan Christie ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A )
/ JAS Selasa, 20 Agustus 2019 | 07:34 WIB

Basel, Beritasatu.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengakui bahwa bermain sebagai unggulan keempat pada Kejuaraan Dunia bisa menjadi modal tetapi juga bisa menjadi bumerang.

"Harusnya ini (saya) punya modal, musuh juga lebih takut atau lebih merasa nervous (menghadapi pemain unggulan). Sebaliknya kalau pikiran saya salah sebagai 'seeded 4 saya harus mainnya begini, harus begitu' itu yang jadi bumerang," ujar Jonatan setelah meraih kemenangan pada putaran pertama Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di Basel, Swiss, Senin (19/8/2019).

Seharusnya, lanjut dia, tanpa memandang peringkat atau unggulan, yang terpenting adalah bagaimana caranya tetap fokus menerapkan strategi pola bermain yang tepat dalam menghadapi lawan yang berbeda-beda. "Kalau bertemu dengan si A bagaimana mainnya, si B ini harus gimana mainnya," katanya.

Meski demikian pemain yang akrab disapa Jojo itu mengaku bersyukur karena saat ini sudah menempati peringkat keempat dunia dan menjadi unggulan keempat pada kejuaraan besar seperti Kejuaraan Dunia.

"Puji Tuhan sudah menginjak top 4," kata Jojo yang mengatakan bahwa ini adalah kejuaraan terbesar dan dan yang pertama sebagai unggulan keempat.

Jonatan yang mengalahkan pebulutangkis Inggris --yang menyatakan pensiun setelah Kejuaraan Dunia-- Rajiv Ouseph, dengan skor 21-15, 21-19 itu, mengatakan bahwa sebagai unggulan, tantangannya justru bagaimana menjaga pikiran agak tetap fokus menerapkan strategi dalam menghadapi lawan yang berbeda-beda.

Dan bukannya berusaha menyenangkan orang-orang di Tanah Air yang menaruh harapan padanya untuk memenangi turnamen.

Selain Jojo, dua tunggal putra juga berhasil lolos ke putaran kedua, setelah unggulan keenam Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan Georges Julien Paul dari Mauritius 21-15, 21-15, dan Tommy Sugiarto yang menjadi unggulan 15 menang atas Niluka Karunaratne dari Sri Lanka 21-18, 21-12.

Sedangkan dua ganda yang turun pada hari pertama, satu maju ke putaran berikutnya dan satu lagi kandas.

Ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari maju ke putaran kedua setelah mengalahkan ganda campuran Jerman Marvin Seidel/Linda Efler 21-19, 21-14.

Sementara pasangan putri Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto harus pulang lebih awal setelah disingkirkan pasangan Thailand Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai 14-21, 15-21.



Sumber: ANTARA