Ajang Tannya Nanette Rudianto Diklaim sebagai Kejuaraan Tenis Invitasi Beregu Putri Terbesar

Ajang Tannya Nanette Rudianto Diklaim sebagai Kejuaraan Tenis Invitasi Beregu Putri Terbesar
Tannya Nanette Rudianto (kiri) berfoto bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) Rildo Ananda Anwar. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos KY Paath )
Carlos KY Paath / AMA Minggu, 25 Agustus 2019 | 18:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Turnamen tenis Tannya Nanette Rudianto pada 24-25 Agustus 2019, khususnya invitasi beregu putri diklaim sebagai ajang terbesar perhelatan kejuaraan tenis di Indonesia karena diikuti 12 regu dari 7 provinsi.

"Turnamen ini, khususnya invitasi beregu putri diikuti 12 regu dari 7 provinsi yaitu Jatim, Lampung, Kepri, DKI Jakarta, Banten, Sulsel, dan Jambi. Kurang lebih 108 pemain," kata Ketua Panitia Penyelenggara, Tannya Nanette Rudianto di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

"Turnamen ini merupakan turnamen tenis terbesar. Beberapa mantan petenis nasional yang ikut diantaranya Suzanna, Lukky Tedjamukti, Luciana Lolong, Eny Sulistyowati, Natalia S, dan Agustime L," ungkap Tannya.

Turnamen diselenggarakan untuk memperingati HUT ke-74 RI. Selain itu juga sebagai ajang silaturahmi para petenis dan mantan petenis nasional dari berbagai daerah. Turnamen dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar.

Tannya menuturkan, formasi ganda pertama beregu putri jumlah umur 80 tahun, ganda kedua 90 tahun, dan ganda ketiga 100 tahun. Minimal umur 37 tahun untuk semua peserta. "Diharapkan invitasi beregu putri ini dapat memacu penyelenggaraan turnamen beregu putri lainnya," ucap Tannya.

Sementara pada kelompok ganda putra veteran 50 tahun, mantan-mantan pemain PON, SEA Games, Asian Games, Davis Cup, dan Olimpiade tidak diperkenankan ikut serta. "Turnamen ini membuat banyak menarik minat para petenis veteran untuk bertanding, karena berbeda dengan turnamen-turnamen tenis veteran yang selama ini digelar," jelas Tannya.

Peserta turnamen ganda putra berjumlah 102 pemain atau 51 pasangan. Berasal dari 20 provinsi dan ditambah dua pemain asing dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. Total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp97,5 juta.

"Peserta kelompok beregu putri bebas biaya pendaftaran. Peserta yang tidak masuk dalam semifinal juga mendapat hadiah," imbuh Tannya.

Direktur Turnamen, Bunge Nahor mengatakan, peserta kelompok ganda putra yang gugur sejak 8 besar tak perlu berkecil hati. Sebab, turnamen mengatur mengenai consolation sejak dari babak 8 besar sampai dengan juara, dan berhak menerima hadiah uang, medali, dan piagam.

"Juara bagian pemenang dan juara consolation akan dipertandingkan lagi jika waktu memungkinkan dan pendapat prize money (uang hadiah) senilai Rp2 juta. Pemenangnya disebut true champion atau juara sejati," kata Bunge.

Bunge menambahkan, seluruh pecinta tenis Indonesia mengharapkan agar turnamen dapat digelar rutin. "Diharapkan tahun-tahun mendatang turnamen ini tetap eksis dilaksanakan, sehingga semarak tenis veteran di Indonesia tetap berkibar, dan memacu semangat serta menginspirasi petenis-petenis muda berbakat," ucap Bunge.



Sumber: Suara Pembaruan