Petenis Muda Putri Bertarung Sengit di Indonesia WTA Future Stars 2019

Petenis Muda Putri Bertarung Sengit di Indonesia WTA Future Stars 2019
Petenis Kholisa Siti Maisaroh. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Persaingan sengit sudah terjadi sejak hari pertama kualifikasi Indonesia WTA Future Stars 2019 yang berlangsung di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Turnamen ini bergulir untuk memilih petenis putri Kelompok Umur (KU) 14 dan 16 tahun sebagai wakil tim Merah Putih pada gelaran final ajang tersebut di Shenzhen, Tiongkok Oktober mendatang.

“Hanya juara pertama tunggal, baik KU 14 maupun 16 tahun yang akan berangkat ke WTA Future Stars Final di Shenzhen, Tiongkok,” tutur Susan Soebakti selaku Direktur Turnamen WTA Future Stars Indonesia 2019 di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

“Sangat menarik, terutama di KU-14 karena semua petenis berperingkat PNP 1 hingga 10 tampil di ajang ini. Selain itu yang memanaskan suasana laga adalah hadirnya petenis-petenis yang telah bermain di KU-16 turun kelas di KU- 14 karena usianya masih memenuhi syarat,” lanjutnya.

Korban pun sudah bergelimpangan di arena pertandingan termasuk unggulan ketiga, Freya Athallah Zayyan. Petenis asal Banjarnegara berperingkat ketiga nasional (PNP-3) itu harus mengakui keunggulan sesama wakil Jawa Tengah, Fransisca Heidi Tan asal Purworejo dalam laga straight set 4-7 5-7.

Sementara Hasna Raissaneva (Gresik) berhasil memenangi pertandingan antar petenis Jawa Timur, unggul atas Zoelfanka Saputra (Malang) 6-3 6-3.

Unggulan teratas tunggal KU-14, Kholisa Siti Maisaroh masih melangkah mulus ke babak kedua. Petenis peringkat pertama nasional asal Kudus (Jawa Tengah) itu masih terlalu tangguh bagi mojang Bandung, Anjali Kirana Juniarto. Kholisa menang dua game langsung, 6-0, 6-1.

“Pada KU-14, Indonesia juga punya kenangan manis di ajang ini dengan kesuksesan Priska Madelyn Nugroho keluar sebagai pemenang WTA Future Stars Final 2017,” tutur Susan.



Sumber: Suara Pembaruan