Tim Dayung Indonesia Siap Tampil di APP World Tour

Tim Dayung Indonesia Siap Tampil di APP World Tour
Tim dayung berdiri (stand up paddle/SUP) Indonesia. ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / CAH Senin, 16 September 2019 | 19:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kesuksesan tim dayung berdiri (stand up paddle/SUP) dan kayak marathon Indonesia menguasai panggung juara di ajang BPJSTK Belitong Geopark International SUP & Kayak Marathon (BGISKM) 2019 yang baru saja digelar, tidak membuat squad Merah Putih puas dan berhenti begitu saja.

Stand Up Paddle Indonesia (SUP.ID) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (BPJSTK) pun siap melanjutkan cita-cita mengharumkan Indonesia dengan memboyong dua gelar juara SUP Marathon dan Race di Belitong untuk mengikuti rangkaian Association Paddlesurf Profesionals (APP) World Tour dalam kejuaraan The Osaka SUP Open pada 20-22 September 2019 mendatang, tepatnya di Dotombori Canal, Osaka, Jepang.

Tedi sebagai juara dari kelas pria dan Catharina dari kelas wanita akan mengikuti APP World Tour Sprint and Distance Racing 10K dan Pro-Am Sprint and Distance Racing 1K. Tim dari Stand Up Paddle Indonesia ini akan dimanajeri oleh Ryco Arnaldo dan Heriyanto. Selain itu beberapa peserta dari SUP.ID lainnya yaitu Agus Susanto, Silvester Tandagi, Indri, Devie juga Ryco dan Heriyanto akan mengikuti kejuaraan di kelas lainnya di nomor Amateur Distance 7 km.

Kejuaran ini adalah bagian dari rangkaian APP World Tour sebuah kejuaraan yang bertaraf international dan telah menjadi ajang bergengsi para waterman, sebuah sebutan untuk para atlet serba bisa yang dapat memainkan beragam olahraga air dalam tingkat tinggi.

Agus Susanto Dirut BPJSTK mengatakan Stand Up Paddle merupakan olahraga yang mudah dimainkan oleh segala usia, potensi cedera sangat rendah, namun mampu membakar kalori maksimal. Olahraga ini bisa menjadi amunisi baru bagi pengembangan sport tourism di Indonesia karena Indonesia sangat kaya dengan spot wisata air, sekaligus dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia melalui kehadiran tim atlet Stand Up Paddle Indonesia di setiap ajang kompetisi dunia.

"Untuk itu mari kita dukung SUP.ID dan BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat mengharumkan nama Indonesia di level internasional melalui ajang APP World Tour, agar dunia dapat melihat bahwa keindahan pantai Indonesia bukan hanya menjadi harta karun negara tercinta kita, namun juga dapat melahirkan talenta-talenta olahraga air yang dapat mengharumkan bangsa Indonesia," ujarnya di Jakarta, Senin (16/9/2019)

Agus mengaku sebelumnya untuk kelas Kayak Marathon masih dikuasai oleh atlet-atlet dari Malaysia, namun sebaliknya untuk kelas SUP Marathon dan SUP Race, atlet Indonesia cukup bisa berbangga karena berhasil menguasai panggung juara yang mampu bersaing dari ratusan atlet yang saling mengadu kekuatan, skill dan semangat menjajal indahnya pantai dan ombak di pantai Tanjung Kelayang, Belitong lalu.

Sementara bagi SUP.ID sebagai komunitas pertama Stand Up Paddle di Indonesia, kejuaraan ini memperkuat cita-cita komunitas ini untuk dapat mengharumkan nama Indonesia dunia internasional.

Heriyanto sebagai ketua sekaligus pendiri komunitas mengatakan dirinya mengajak beberapa teman untuk bersama-sama belajar bermain Stand Up Paddle keliling pantai Indonesia yang indah. Hal ini ternyata mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, hingga akhirnya penjelajahan pantai Indonesia dengan menggunakan Stand Up Paddle Board berlabuh di berbagai destinasi pantai di Indonesia.

Melihat antusiasme yang tinggi dari berbagai daerah di Indonesia yang mempunyai pantai yang indah, seperti Kepulauan Seribu, Bali, Tanjung Lesung, Ujung Kulon, Banten, Labuan Bajo, Ambon, dan pantai Indah lainnya di Indonesia akhirnya gayung antusiasme ini disambut oleh BPJS Ketenagakerjaan dan Agus Susanto sebagai Direktur Utama BPJSTK ternyata penggiat aktif olahraga dayung berdiri.

Sinergi antara SUP.ID dan BPJSTK ini akhirnya melahirkan event Stand Up Paddle tingkat international pertama di Indonesia yang diadakan di Belitong Geopark yang kemudian di organize oleh KANIKI Action Partner sebagai penyelenggara BGISKM 2019.

Kejuaraan ini juga menjadi sejarah bagi dunia Stand Up Paddle di Indonesia karena untuk kali pertama mengadakan perlombaan tingkat International yang diikuti oleh para SUP-er dari berbagai negara tetangga, seperti Indonesia, Malaysia, Selandia Baru dan Australia dan lainnya. Perhelatan ini dibagi menjadi beberapa kelas, seperti SUP Marathon 10K untuk pria dan untuk wanita, SUP Race 2K untuk Pria dan juga wanita serta Kayak Marathon 20K.



Sumber: Suara Pembaruan