Format Baru Audisi Bulutangkis 2020 Diumumkan Akhir 2019

Format Baru Audisi Bulutangkis 2020 Diumumkan Akhir 2019
Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin (tengah) dan Direktur PT Sunlight Sport Indonesia, Hardep Singh (kedua dari kiri) memberi keterangan kepada wartawan saat memberi bonus untuk atlet muda PB Djarum di Jakarta, Kamis (14/2). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Senin, 16 September 2019 | 19:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PB Djarum memastikan akan kembali menggelar audisi beasiswa bulutangkis tahun depan dengan format baru. Hanya saja, formatnya seperti apa, masih akan menunggu keputusan para pelatih dan legenda bulutangkis Indonesia.

Hal itu diungkapkan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin saat dihubungi Beritasatu.com di Jakarta, Senin (16/9/2019) sore. Ia ditanya terkait tindak lanjut keputusan hasil pertemuan antara KPAI, PB PBSI, PB Djarum, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pekan lalu.

“Karena KPAI sudah mencabut surat dan keputusannya, maka kami memutuskan bahwa pada 2020, audisi beasiswa bulutangkis akan dilanjutkan. Tetapi, nanti setelah dievaluasi tim pelatih dan para legend. Biarlah PB Djarum diberi ruang dan waktu guna menemukan formula dalam menjaring bibit-bibit pebulutangkis berbakat di pelosok Indonesia," ujarnya.

Menurut Yoppy, audisi ini adalah salah satu mata ranti paling bawah dalam mencetak atlet bulutangkis kelas dunia di masa mendatang. Karena itu, mata rantai ini tidak boleh terputus. Sekali ini terputus maka mata rantai selanjutnya tidak akan berjalan dengan baik dan optimal.

“Kita sudah menciptakan ekosistem (bulutangkis) dan ekosistem ini tidak boleh terputus. Itu sebabnya, ketika kita pamit saat audisi di Purwokerto kemarin, semua orang marah. Orang tua anak-anak peserta audisi marah. Masyarakat luas juga marah,” jelasnya.

Keputusan untuk kembali menggelar audisi 2020, kata dia, lebih karena mendengar desakan masyarakat, para pencinta bulutangkis. Bukan karena tekanan dari pihak mana pun. Sebab, PB Djarum tidak melanggar undang-undang. Dalam penyelenggaraan nanti, PB Djarum pun tidak ingin didikte oleh siapa pun. “Hingga saat ini belum ada titik temu mengenai penggunaan nama PB Djarum dan istilah Djarum Beasiswa Bulutangkis di event audisi umum,” ujarnya lagi.

Meski demikian, format audisi ini akan mengalami perubahan. Perubahan ini akan ditentukan setelah ada evaluasi dari tim pelatih PB Djarum dan para legenda yang selama ini ikut menyeleksi para calon atlet bulutangkis di berbagai daerah. “. Format barunya itu akan diumumkan setelah audisi 2019 berakhir atau pada akhir tahun ini. Paling lambat awal tahun depan,” imbuh Yoppy lagi.

Sementara saat ditanya tentang anggaran yang dihabiskan PB Djarum dalam merekrut calon atlet bulutangkis lewat audisi umum, Yoppy enggan menjawab terus terang. “Kalau saya menjawab, nanti dibilang sombong. Kalau jawab asal-asalan, nanti dicap berbohong. Karena itu, lebih baik saya tidak menjawabnya. Jawaban inilah yang selalu saya samapaikan setiap kali ditanya wartawan,” jelasnya diplomatis.



Sumber: Suara Pembaruan