SDI Al-Azhar Pusat Ikuti Ajang Silat Internasional di Singapura

SDI Al-Azhar Pusat Ikuti Ajang Silat Internasional di Singapura
Kontingen pencak silat SDI Al-Azhar bersama Kepsek dan pelatih berfoto bersama saat acara pelepasan di Aula SDI Al-Azhar Jakarta, Kamis (24/10/2019). ( Foto: Al Azhar / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 24 Oktober 2019 | 07:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Tim pencak silat Indonesia diwakili oleh pelajar Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta, bertolak pada Kamis (24/10) malam menuju Singapura. Tim akan mengikuti ajang 8th Singapore Open Pencak Silat Championship 2019 yang diikuti beberapa negara di Asia Tenggara.

Seperti dalam siaran pers yang diterima SP, sejumlah 19 pelajar SDI dan 3 pelajar tingkat SLTP Al Azhar Pusat Kebayoran Baru akan berlaga pada 25-28 Oktober 2019 di Singapura atas undangan Singapore Silat Federation.

“Ini adalah kali pertama bagi Al Azhar mengikuti ajang lomba tingkat Internasional dalam cabamg olah raga pencak silat,” ujar Kepala Sekolah SDI Al-Azhar 01 Kebayoran Baru Yana Rodiyanah saat acara pelepasan yang diadakan di aula sekolah SDI Al-Azhar.

Pencak Silat merupakan sebuah cabang olah raga yang menjadi kegiatan salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi para pelajar di lingkungan sekolah Al-Azhar sejak Al Azhar Seni Bela Diri (ASBD) ini didirikan pada tanggal 20 April 1970 di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta.

ASBD didirikan oleh (alm) Muhammad Sufiyono dan Djauharul Abidin Bakir. Cikal bakal keilmuan Al- Azhar Seni Bela Diri (Moslem Martial Arts ) adalah cabang olah raga di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dimana ASBD- Moeslem Martial Art ini pernah diketuai sebagai pembina oleh almamater Al-Azhar dan mantan petinggi negeri seperti Adyhaksa Dault, mantan Menpora dan Sandiaga Salahuddin Uno, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Ekstrakurikuler

Menurut Yana, ASBD-Moeslem Martial Arts merupakan satu cabang bela diri turunan dari IPSI yang dikhususkan untuk lingkungan sekolah perguruan Al-Azhar. Di seluruh sekolah Al azhar yang ada di Indonesia memiliki ASBD sebagai bagian kegiatan ekstrakurikuler wajibnya.

“Adanya ASBD- Moeslem Martial Arts ini diharapkan mampu melatih fisik para siswa di sekolah d samping salah satu cabang olah raga muslim asli Indonesia dimana kegiatannya bisa dilakukan di luar ruangan kelas,” ujar Yana.

Undangan Federasi Silat Singapura ditujukan melalui IPSI, kemudian IPSI menunjuk perguruan Al-Azhar yang memiliki cabang olah raga silat lewat ASBD-Moeslem Arts untuk mengikuti ajang silat internasional di Singapura tersebut.

“Alasan IPSI menunjuk Al-Azhar mewakili kontingen silatnya, karena IPSI melihat untuk level anak-anak (Pre Teens). Al-Azhar dianggap cukup berprestasi diberbagai kejuaran ajang silat tingkat wilayah maupun nasional yang sering diadakan di lingkungan sekolah.” ujar Yana.

“Saya suka silat selain keren dipelajari juga, terinspirasi awalnya suka dengan menonton film Karate Kid loh,” ujar Fabian Mirza Alfarius, siswa kelas 3 SDI Al-Azhar 01 Kebayoran Baru Jakarta yang selalu mendapatkan medali emas pada perlombaan silat nasional di lingkungan sekolah.

“Saya suka silat karena kakekku juga seorang pesilat, dan silat bisa membuat saya bisa menjaga diri bila ada yang mengganggu,”ujar Algaza Albi Anggara, siswa kelas 5 yang pernah meraih perunggu pada kejuaraan silat nasional dilingkungan sekolah Al-Azhar se-Indonesia.

Fabian maupun Albi adalah dua kontingen SDI Al Azhar Pusat dari 19 siswa SDI Al-Azhar yang ikut berangkat dan berlaga di Singapura untuk mengharumkan Indonesia.

“Keinginan kami tentu anak anak meraih juara. Namun mereka siap mental untuk bertanding saja sudah kami syukuri,terkait ini adalah ajang pertama kalinya berkelas internasional yang diikuti,” timpal Meridian Ramadir, mewakili orang tua murid yang akan mendampingi anaknya bertanding di Singapura di sela sela acara pelepasan di Al-Azhar Pusat Jakarta.



Sumber: Suara Pembaruan