Menpora Harus Kembalikan Muruah Kempora dan Perbaiki Citra

Menpora Harus Kembalikan Muruah Kempora dan Perbaiki Citra
Menteri Pemuda dan Olah Raga Zainudin Amali (berdiri) saat diperkenalkan Presiden Joko Widodo dalam pengenalan menteri kabinet Indonnesia Maju di depan tangga Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Hendro D Situmorang / CAH Kamis, 24 Oktober 2019 | 10:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) menilai ada pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan oleh Menteri Pe­muda dan Olahraga (Menpora) yang baru dilantik pada Rabu (23/10/2019), Zainudin Amali demi membawa harum Merah Putih dilevel internasional.

“Kami mengapresiasi Men­pora yang baru saja dilantik kemarin, bapak Zainudin Amali. Tentunya ada tugas-tugas yang sudah menunggu untuk disele­saikan, yakni tugas jangka pen­dek dan jangka panjang,” kata Ketua APKORI, Djoko Pekik Iri­anto dalam keterangannya Kamis (24/10/2019).

Menurutnya, selain memperbaiki citra Kempora yang tengah tercoreng kasus korupsi, Zainudin memiliki tantangan lain. Terdekat tentu persiapan Kontingen Indonesia menuju SEA Games 2019 Filipina, ASEAN Para Games 2020 Filipina, hingga Olimpiade dan Paralimpiade 2020 Tokyo.

Sementara untuk jangka panjang, tugas Zainudin lebih berat. Indonesia dituntut menjaga prestasi lima besar yang diraih saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dan Asian Para Games 2018 Jakarta pada saat tampil di Hangzhou, tiga tahun ke depan.

"Untuk itu, Menpora perlu mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Terutama sosok yang memiliki integritas. Ini penting untuk mengembalikan muruah Kempora dan kepercayaan masyarakat. Pastikan juga kesiapan kontingan Indonesia ke SEA Games 2019 dan penyelengga­raan PON 2020 di Papua," tegasnya.

Prestasi memang menjadi hal penting yang harus dikejar oleh Menpora terpilih. Sebab, capaian negara di multievent atau single event olahraga menjadi indikator keberhasilan kerja pemerintah dalam menangani olahraga.

Namun pemerintah tak bisa jalan sendiri. Kempora perlu bekerja sama dengan stakeholder olahraga terkait, mulai Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), hingga Pengurus Pusat dan Pengurus Besar (PP/PB) cabang olahraga nasional.

"Ajak KONI dan KOI duduk bersama dan buat pakta integritas. Lebih baik lagi jika KONI-KOI disatukan agar tidak tumpang tindih. Pastikan sistem pembinaan on the track, artinya kembalikan peran Kempora sebagai regulator bukan eksekutor," ungkapnya.

Di samping fokus capaian prestasi, Kempora juga diminta memastikan progres penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. Termasuk rencana maju bidding Olimpiade dan Paralimpiade 2032. Hal itu, kata Djoko Pekik, harus dilakukan mulai sekarang. Sebab tidak mudah melobi 205 anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). 



Sumber: Suara Pembaruan