Kejurnas Jadi Ujian Terakhir Indonesia Sebelum ke Filipina

Kejurnas Jadi Ujian Terakhir Indonesia Sebelum ke Filipina
Pengurus Pusat Persatuan Tenis Indonesia (PP Pelti) bersama PT Bank Negara Indonesia (BNI), Kamis (14/11/2019) di Jakarta, berfoto bersama dua petenis muda Muhammad Rifqi Fitriadi dan Priska Madelyn Nugroho menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bertajuk BNI Tennis Open 2019 yang berlangsung di Jakarta 16-22 November mendatang. ( Foto: Suara Pembaruan / Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / AMA Jumat, 15 November 2019 | 11:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Indonesia (PP Pelti) menggelar kejuaraan nasional (Kejuarnas) bertajuk BNI Tennis Open 2019 di Jakarta 16-22 November. Ini menjadi ajang persiapan terakhir tim tenis Indonesia sebelum terbang ke Filipina untuk bertarung di ajang SEA Games 2019 akhir bulan ini hingga pertengahan bulan depan.

Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar di Jakarta, Kamis (14/11) memastikan, para petenis papan atas Indonesia yang juga peserta Pelatnas akan mengambil bagian pada Kejuarnas ini. Apalagi, hadiah yang disediakan cukup menggiurkan yaitu sebesar Rp 250 juta.

Christopher ‘Christo’ Rungkat yang setahun terakhir ini hanya fokus bermain ganda di turnamen profesional dunia, misalnya, telah memastikan diri ikut meramaikan sektor tunggal putra. Begitu juga Muhammad Rifqi Fitriadi, Ari Fahresi, kakak-beradik David Agung Susanto dan Anthony Susanto di kelompok putra, serta Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya, Jessy Rompies, dan Priska Madelyn Nugroho di bagian putri ikut mencicipi turnamen ini.

“BNI Tennis Open 2019 ini akan menjadi ajang uji coba atau pemanasan terakhir bagi tim Tenis Indonesia sebelum bertanding di ajang SEA Games 2019 di Manila, awal Desember ini. Semoga mereka bisa memberikan yang terbaik,” kata Rildo.

Pemimpin Divisi Komunikasi Pemasaran BNI, Indomora Harahap berharap, para petenis Pelatnas bisa memanfaatkan turnamen ini secara optimal sebagai persiapan menjelang SEA Games 2019 agar dapat meraih medali emas yang ditargetkan pemerintah. Dengan begitu pula, penampilan mereka diharapkan bisa menghibur pecinta tenis Tanah Air.

“Kejuaraan nasional ini merupakan kelanjutan dari program pembinaan tenis yang telah kami lakukan sebelumnya melalui BNI Tennis Junior. Harapan kami, turnamen ini dapat memberikan wadah untuk pertandingan yang lebih luas dan kompetitif,” ujarnya.

Sementara Direktur Turnamen, Susan Soebakti menambahkan, petenis Indonesia yang mengambil bagian pada ajang ini sebanyak 162 orang yang terdiri dari 105 orang petenis putra dan 57 petenis putri. Jumlah ini masih pula ditambah oleh petenis dari dua negara, termasuk Singapura.

“Rencananya akan ada petenis dari Singapura juga. Saat ini baru dua negara saja. Ke depan mungkin akan lebih banyak lagi yang terlibat,” tutup Susan.



Sumber: Suara Pembaruan