Koh Chris Harus Dijadikan Bapak Ganda Putra Indonesia

Koh Chris Harus Dijadikan Bapak Ganda Putra Indonesia
Legenda Bulutangkis Indonesia, Tan Joe Hok (kiri) dan Liem Swie King memberi keterangan kepada wartawan di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/11/2019). ( Foto: Istimewa )
Alexander Madji / AMA Selasa, 19 November 2019 | 18:05 WIB

Kudus, Beritasatu.com - Salah satu legenda bulutangkis Indonesia Tan Joe Hok mengusulkan agar Christian Hadinata diproklamirkan sebagai bapak ganda putra Indonesia. Sebab, berkat prestasinya baik sebagai atlet maupun pelatih, sektor ganda putra Indonesia menjadi sangat kuat dan disegani di dunia.

"Karena berkat dia, nomor double menjadi daya tarik bagi anak-anak Indonesia. Berkat dia, anak-anak Indonesia maunya bermain di ganda putra. Bukan nomor yang lain. Nomor seperti tunggal tidak menarik anak-anak," katanya dalam jumpa pers di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (19/11/2019).

Berkat kepeloporan Koh Chris, sapaannya, lanjut dia, Indonesia memiliki ganda putra-ganda putra hebat yang disegani dunia. "Di depan mata ada Olimpiade. Di atas kertas, seharusnya emas bulutangkis Olimpiade 2020 dari nomor ganda putra sudah ada di tangan," katanya optimistis.

Sementara Koh Chris yang juga duduk bersama Tan Joe Hok enggan menanggapinya. Ia hanya tertawa. Ia juatru lebih banyak mengomentari bakat bulutangkis anak-anak Indonesia saat ini.

"Dibanding anak-anak sekang, saya dulu tidak ada apa-apanya. Dulu, saya raket kena bola saja sudah bagus. Tetapi anak-anak sekarang kemampuannya sudah jauh lebih baik. Teknik mereka juga sudah sangat bagus," paparnya.

Terkait kualitas anak-anak peserta audisi umum beasiswa bulutangkis 2019 juga diakui Liliyana "Butet" Natsir. Menurutnya, pada usia seperti anak-anak itu, kemampuannya tidak seberapa dibanding mereka.

"Seperti Koh Chris, pada usia delapan tahun di Manado, saya pukul kena bola saja sudah bagus sekali. Anak-anak ini luar biasa kemampuannya," kata peraih emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bersama Tontowi Ahmad saat diminta testimoninya.



Sumber: Suara Pembaruan