Lifter Deni Sumbang Emas Ketiga Angkat Besi

Lifter Deni Sumbang Emas Ketiga Angkat Besi
Lifter Indonesia, Deni, tengah dipijat dalam latihan beberapa waktu lalu. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Hendro D Situmorang / JAS Selasa, 3 Desember 2019 | 14:29 WIB

Manila, Beritasatu.com - Tampil nyentrik dengan memakai kacamata hitam, lifter Deni mempersembahkan medali emas ketiga bagi tim angkat besi Indonesia di SEA Games 2019, Filipina, Selasa (3/12/2019).

Tampil kelas 67 kg dan meraih total angkatan 315. Torehan itu jauh melampaui lawan-lawannya di SEA Games 2019 yakni Din Xuan Hoang (Vietnam), dan Colonia Nestor (Filipina) yang masing-masing meraih perak dan perunggu.

Dari total enam kali angkatan percobaan, Deni hanya satu kali gagal yakni di percobaan terakhir di kategori clean and jerk.

Ia tak sanggup mengangkat beban seberat 175 kg. Sisanya, Deni tampil dengan mulus.

Pada angkatan snatch, Deni mengawali dengan angkatan 135 kg, disusul 140 dan 143. Kemudian, ia mengangkat 165 kg dan 172 kg pada clean and jerk di percobaan pertama dan kedua.

Sebelumnya, lifter Putri Aulia Andriani mempersembahkan medali perunggu di kelas 59 Kg putri.

Meski meraih perunggu, Putri mengaku bermain lepas pada pertandingan itu

“Tidak gugup sama sekali. Saya bermain lepas saja,” ujar Putri di Kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, dalam keterangan resminya.

Ketenangannya, membuat atlet yang baru berusia 17 tahun tersebut mencatatkan hasil yang baik untuk seorang debutan.

Ia berhasil meraih total angkatan terbaik 177 kilogram yang berasal dari 79 kilogram snatch dan 98 kilogram clean and jerk.

Akan tetapi, atlet asal Kalimantan Barat tersebut tidak terlalu gembira dengan prestasinya itu.

"Target saya sebenarnya medali perak. Akan tetapi, mau bagaimana lagi saya belum beruntung dan belum maksimal," tutur Putri.

Terkait mentalitas bertanding Putri, pelatih angkat besi Indonesia Dirjda Wihardja menyebut bahwa anak asuhnya itu masih kerap khawatir dengan lawan.

Namun, Dirdja memaklumi hal itu karena Putri merupakan atlet belia yang belum banyak berlaga di kompetisi internasional. Apalagi, SEA Games 2019 merupakan turnamen multicabang perdananya.

"Itu masalah jam terbang. Kalau lifter sekelas Eko Yuli (peraih medali emas Asian Games 2018, perak Olimpiade 2016, perunggu Olimpiade 2008 dan 2012, red), dia sudah tidak melihat lawan di kompetisi karena memang lawan terberatnya adalah diri sendiri," tutur Dirjda.

Sementara itu, cabang angkat besi sendiri telah menyumbang tiga emas pada SEA Games 2019. Dua emas sebelumnya datang dari Eko Yuli, dan lifter remaja putri, Windy Aisah.

Secara keseluruhan, angkat besi meraup 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu.