Raih 3 Emas di SEA Games, Theo Sambuaga Puji Tim Tenis Indonesia

Raih 3 Emas di SEA Games, Theo Sambuaga Puji Tim Tenis Indonesia
Theo Sambuaga (kiri) lantik Wayan Suarjana (kanan) sebagai Ketua Baveti Bali di Lapangan Tenis Hotel Werdapura Sanur, Bali, Sabtu (1/12). ( Foto: Suara Pembaruan / Nyoman Mardika )
Carlos KY Paath / AMA Senin, 9 Desember 2019 | 13:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Indonesia menjadi juara umum cabang olahraga (cabor) tenis SEA Games 2019 Filipina. Tim Merah Putih sukses mendulang tiga dari lima medali emas yang diperebutkan di pesta olahraga se-Asia Tenggara ke-30 tersebut.

Ketua Umum (ketum) Pengurus Pusat Barisan (PP) Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti), Theo L Sambuaga menyampaikan selamat kepada para petenis putra dan putri Indonesia. Prestasi gemilang di SEA Games 2019 sangat membanggakan.

“Saya mengucapkan selamat kepada para petenis Tim Indonesia, baik putra dan putri. Ini saya kira hasil terbesar sepanjang sejarah SEA Games dari tenis. Ini sangat membanggakan. Sangat mengesankan,” kata Theo di Jakarta Senin (9/12/2019).

Theo juga mengapresiasi PP Pengurus Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) yang telah melakukan pembinaan secara serius. Demikian juga kepada para pelatih yang dengan maksimal memberikan ilmu dan motivasi.

“Selamat kepada PP Pelti dan pelatih-pelatih tenis. Selama ini kami ikuti, pembinaan sangat serius, sungguh-sungguh, dan intensif dilakukan demi tim Tenis Indonesia, termasuk petenis putra dan putri. Hasilnya dapat dilihat. Tim Indonesia menjadi juara umum,” ujar Theo.

Menurut Theo, keberhasilan yang ditorehkan tim Tenis Indonesia sangat membanggakan pecinta tenis. Khususnya para senior-senior yang berada di Baveti. Anak-anak muda Indonesia, menunjukkan kegigigahannya membela nama bangsa.

Sebelumnya, Ketum PP Pelti Rildo Ananda Anwar mengatakan, tim Tenis Indonesia memenuhi target yang dicanangkan. “Tadinya hanya dua emas yang ditargetkan dari nomor ganda campuran dan ganda putri, namun ada tambahan satu emas dari tunggal putri,” kata Rildo.

Pemain tunggal putri Aldila Sutjadi mempersembahkan emas pertama. Di final, pemain unggulan kedua berhasil mengalahkan pemain Vietnam, Nguyen Savanna Ly dengan skor 6-0 dan 7-5. “Pastinya saya senang bisa menyumbang medali emas dari sektor putri,” ujar Aldila.

Sekadar diketahui, terakhir kali Indonesia mendapatkan medali emas SEA Games dari tenis tunggal putri pada 2011. Kala itu, Ayu Damayanti mengandaskan petenis Thailand Noppawan Lertcheewarkarn.

Petenis Indonesia Christopher Rungkat menilai para petenis putri Indonesia memiliki kualitas melebihi rata-rata petenis negara lain dalam SEA Games 2019. “Sektor putri sangat dominan di SEA games 2019 ini. Saya sangat senang dan bangga atas perjuangan mereka,” kata Christopher.

Prestasi kali ini jauh lebih baik daripada SEA Games 2017. Ketika itu tenis Indonesia hanya meraup satu medali emas dan satu medali perak. “Ini menjadi salah satu tim tenis terbaik sepanjang saya mengikuti SEA Games,” puji Christopher.

Emas juga diraih oleh ganda putri Beatrice Gumulya/Jessy Rompies setelah di partai final mengalahkan ganda putri Thailand Tamarine Tanasugarn/ Peangtarn Plipuech dengan skor 6-3 dan 6-3. Beatrice/Jessy mengakhiri 14 tahun paceklik emas dari nomor ganda putri.

Sementara pasangan Aldila Sutjiadi/Chistopher Rungkat menang atas Sanchai Ratiwatana/Tamarine Tanasugarn dengan skor 4-6, 6-4,10-8. Kesuksesan Aldila/Christopher menjadi yang pertama sejak Suwandi/Wyne prakusya meraih medali emas SEA Games 2013.

Selain meraih tiga emas, Tim Indonesia juga mengumpulkan dua medali perunggu lewat tunggal putri Priska Nugroho dan pasangan Beatrice Gumulya/David Agung Susanto di ganda campuran. Dua emas tersisa direbut oleh petenis asal Vietnam dan satu lagi untuk tuan rumah Filipina.



Sumber: Suara Pembaruan