Pelatih Ganda Putra Punya PR untuk Marcus/Kevin

Pelatih Ganda Putra Punya PR untuk Marcus/Kevin
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon. ( Foto: Antara )
/ JAS Minggu, 15 Desember 2019 | 23:24 WIB

Guangzhou, Beritasatu.com - Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, mengaku puas atas pencapaian Indonesia yang berhasil menyabet gelar juara ganda putra melalui pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Namun dia juga mengaku punya pekerjaan rumah untuk pasangan nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Sektor ganda putra Indonesia sukses memenuhi targetnya dengan merebut gelar juara di ajang BWF World Tour Finals 2019 Guangzhou melalui pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Pasangan ganda putra nomor dua dunia yang mampu memetik kemenangan dua game langsung atas wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada laga final di Tianhe Gymnasium, Guanzhou, Tiongkok, Minggu (15/12/2019), dengan skor 24-22 dan 21-19.

Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi pun mengapresiasi pencapaian yang sukses ditorehkan Ahsan/Hendra. “Sebagai pelatih saya bangga melihat mereka bisa berhasil di kerjuaraan akhir tahun ini. Boleh dibilang ini jadi kado Natal yang manis lah buat saya,” kata Herry kepada badmintonindonesia.org.

“Pastinya sangat gembira Ahsan/Hendra bisa meraih gelar di kejuaraan ini, apalagi yang turun di turnamen ini kan delapan pasangan terbaik dunia. Dan di satu sisi saya surprise juga mereka bisa menang dengan straight game. Padahal saya kira tadi akan rubber,” lanjutnya menambahkan.

Meski berhasil memenuhi target juara, namun Herry mengaku masih kurang begitu puas dengan pencapaian pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang dinilainya masih belum tampil maksimal pada kejuaraan kali ini. The Minions harus tersingkir di babak semifinal setelah menelan kekelahan 11-21, 21-15 dan 10-21 dari Endo/Watanabe.

“Penampilan Marcus/Kevin di turnamen ini saya bilang kurang maksimal. Karena seharusnya tidak seperti itu hasilnya. Biasanya kan mereka lebih agresif, lebih semangat dan lebih smart. Tapi sayangnya di babak semifinal kemarin, permainan mereka nggak keluar,” ungkapnya.

“Dengan dua kali kekalahan dari Endo/Watanabe di turnamen ini menurut saya penampilan Marcus/Kevin masih belum yang terbaik. Artinya mereka masih ada kelemahannya yang harus segera diperbaiki. Jadi kedepannya harus dikurangi kelemahan-kelemahannya dan itu jadi PR khusus buat saya sebagai pelatih mereka supaya bisa lebih baik lagi,” sambung Herry menjelaskan.

Untuk sementara, lanjut Herry, ia akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Marcus/Kevin terkait kendala apa yang mereka rasakan di lapangan saat berhadapan dengan Endo/Watanabe.

“Evaluasi untuk Marcus/Kevin, khususnya untuk menghadapi Endo/Watanabe ini memang harus betul-betul didiskusikan bersama. Kami harus sama-sama cari solusi terbaiknya, baik dari pola maupun strategi yang tepat untuk melawan mereka. Karena memang sedikit berbeda cara bermain Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra,” tuturnya.

“Ahsan/Hendra memang penempatan bolanya lebih efisien, akurasinya juga cukup baik dan kualitasnya juga mumpuni. Karena memang mereka kan pemain senior. Ya semoga saja PR ini bisa cepat diselesaikan,” pungkas Herry. 



Sumber: Badminton Indonesia