PABBSI Siapkan 6 Lifter Menuju Olimpiade 2020

PABBSI Siapkan 6 Lifter Menuju Olimpiade 2020
Atlet angkat besi andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan saat progres pemusatan latihan nasional (pelatnas) jelang SEA Games 2019 di pangkalan Marinir, Kwini, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Selasa, 7 Januari 2020 | 11:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) menyiapkan dan berharap enam lifter bisa lolos ke ajang Olimpiade 2020 di Jepang mendatang. Saat ini baru Eko Yuli Irawan (kelas 61 kg putra) dan Windy Cantika Aisah (49 kg putri) yang berada pada 8 besar dunia sebagai syarat lolos ke Olimpiade. Itu menjadi syarat perhitungan dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Manajer tim angkat besi Indonesia sekaligus Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PB PABBSI, Alamsyah Wijaya mengatakan 4 lifter lainnya yakni Deni (kelas 67 kg putra), Rahmat Erwin Abdullah dan Triyatno (kelas 73 kg putra), dan Nurul Akmal (kelas 87 kg putri) juga masih memiliki peluang untuk tampil.

Diakui hingga April 2020 mendatang menjadi periode terakhir kualifikasi angkat besi menuju Olimpiade Tokyo. Ada empat kejuaraan penting yang akan diikuti para lifter yakni Kejuaraan Internasional Fajar Cup di Rasht, Iran (1-5 Februari), Kejuaraan Asia Yunior di Tashkent, Uzbekistan (13-19 Februari), Kejuaraan Dunia Yunior di Bucharest, Rumania (14-21 Maret) dan Kejuaraan Asia di Nur Sultan, Kazakhstan (16-25 April).

“Mereka asal komitmen bisa menjuarai atau berprestasi di 4 kualifikasi terakhir bisa lolos. Tapi kalau dilihat rasional, peluang besar ada 3 lifter yakni Eko, Cantika dan Deni. Mereka harus bisa mempertahankan dan menaikkan peringkatnya. Tapi kalau ke-6 nya bisa lolos, ini jadi cerita menarik karena bakal ada tim dukungan buat Eko yang memang kita targetkan meraih medali emas di Olimpiade 2020 ini," ungkap Alamsyah ketika dihubungi Suara Pembaruan, Selasa (7/1/2020) pagi.

Menurutnya, tim angkat besi Indonesia tahu apa yang menjadi bidikan dan bakal melakukan segala usaha untuk mencapai 1 medali emas secara rasional dan yang mendekati itu adalah lifter Eko Yuli. Itu dikarenakan Eko sebagai juara dunia angkat besi 2018 dan total angkatan yang dicapainya hingga saat ini belum bisa ditembus lifter lain.

Untuk Deni diharapkan bisa memperbaiki peringkatnya yang saat ini berada di 12 besar dunia. Peluang Deni masih cukup tinggi untuk bisa naik tingkat. Sementara Erwin menempati posisi 16 besar, Nurul di posisi 18 besar dan Triyatno peringkat ke-33 dunia.

"Untuk itulah program pelatnas Olimpiade 2020 kita sudah mulai berjalan sejak Senin (6/1/2020). Kita harus jalan terus karena deadline saya April mereka sudah harus siap semua. Kalau nunggu-nunggu dana Kempora ya peluang kita akan lewat begitu saja. Kita tahulah kalau bicara pemerintah selalu telat, meski kita tertib administrasi dan sudah mengajukan lebih awal," terang dia.

Alamsyah pun sudah bicara dengan Ketua Umum dan Wakil Ketum PB PABBSI bahwa pelatnas wajib jalan di minggu pertama Januari karena Februari sudah mulai ada kompetisi dunia sebagai kualifikasi Olimpiade 2020. Untungnya pihak sponsor masih tetap mendukung penuh seperti Herbalife dan berharap juga perusahaan daging yang selama ini mendukung juga bisa meneruskan kembali program bantuannya di tahun 2020 ini.

"Kendala saat ini adalah dana bantuan dari pemerintah (Kempora). Kami belum dipanggil Kempora terkait dana, padahal laporan pertanggungjawaban 2019 sudah lengkap dan disetujui serta kita sudah ajukan tahun 2020. Saat ini ya menunggu saja. Sementara kami pakai dana talangan dulu," jelas Alamsyah yang sudah menyiapkan tim, preparasi, visa, pedaftaran atlet di kejuaraan Februari mendatang. Tinggal membeli tiket saja yang belum dilakukan karena masih menunggu kucuran dana.

Kepala pelatih pemusatan latihan nasional (pelatnas) PB PABBSI, Dirja Wihardja, mengatakan anggota tim sudah mulai berdatangan sejak 4-5 Januari 2020. Dan sejak Senin (6/1) program Pelatnas angkat besi pun sudah dimulai.

“Ya kita mulai efektif minggu ini, karena kalau tidak kita bisa tertinggal dan daya tahan anak-anak juga bisa menurun bila tidak dijaga dan dikontrol di pelatnas ini. Misalnya saja seperti Eko dan Cantika harus tetap waspada karena posisi mereka bisa saja tergeser bila tak ikut kejuaraan dunia dan lengah,” jelasnya, Senin (6/1/2020).

Makanya, sebagai pelatih, Dirja tetap terus mengenjot mereka agar tetap fokus sekaligus memperbaiki peringkat mereka masing-masing. Begitu juga dengan para lifter lainnya agar bisa latihan secara serius.

Rencananya bila sudah mengikuti 4 kejuaraan Asia dan dunia tersebut, PB PABBSI berencana melakukan training camp ke Kitakyushu, Fukuoka, Jepang pada akhir April. Hal ini guna menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi tuan rumah yang mengelar olimpiade 2020. Sementara olimpiade 2020 akan digelar pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang. [H-15]



Sumber: Suara Pembaruan