24 Tim eSport Bertarung di Final Predator League 2020

24 Tim eSport Bertarung di Final Predator League 2020
Acer Kenalkan Predator Triton 300 laptop gaming tipis bersamaan dengan acara Asia Pacific Predator League 2020.  Product Manager Gaming PT Acer Indonesia Andreas Lesmana menjelaskan laptop gaming tertipis itu di Yogyakarta, Sabtu, 16 November 2019. (Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani)
Hendro D Situmorang / FER Jumat, 17 Januari 2020 | 23:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 24 tim eSport yang terdiri dari 16 tim PUBG dan 8 tim DOTA 2 terbaik Indonesia siap bertarung di Final Indonesia gelaran Asia Pacific Predator League 2020 (APPL 2020). Final berlangsung selama dua hari dimulai kemarin Jumat hingga Minggu, 17-19 Januari 2020.

Pemenang dari masing-masing game tersebut bakal mewakili Indonesia di babak grand final se-Asia Pasifik Predator League 2020 yang akan dilakukan di Manila, Filipina, Februari mendatang.

Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang mengatakan penyaringan awal tim eSport untuk perlombaan ini dilakukan secara online. Diakui untuk Predator League 2020, ada peningkatan partisipan sebesar 20 persen, dan datang mulai dari Aceh hingga Papua.

"Kami memberikan panggung bagi para calon atlet eSport di Indonesia dengan menggelar perlombaan eSport di Indonesia. Kami memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengharumkan nama Indonesia," kata Herbet saat membuka final Acer Predator League 2020 regional Indonesia di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Menurut Herbert, ini tahun ketiga Acer mengadakan Predator League secara konsisten dari tahun 2017. Hal tersebut membuktikan suatu komitmen dari sebuah brand untuk menjadi akselerator bagi industri gaming di Indonesia. Dengan begitu para gamers mendapat wadah terbaik untuk bertanding, tidak hanya di lokal tapi juga regional.

APPL 2020 diikuti oleh 17 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Taiwan, Filipina, Singapura, Hong Kong, Macau, India, Australia, Korea, Sri Lanka, Jepang, Myanmar, Bangladesh, dan Mongolia. Final Asia Pasifik akan di gelar pada Februari 2020 dan akan memperebutkan total hadiah sebesar US$ 400.000 atau setara dengan Rp 6 miliar.

Tahap kualifikasi APPL 2020 di Indonesia sudah dimulai sejak Oktober 2019 lalu. Selain secara offline, Acer juga mengadakan babak kualifikasi tim melalui sistem online. Dengan online qualifier ini, jumlah peserta jadi lebih banyak karena menjangkau dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur sekalipun.

"Kualifikasi dilakukan secara online. Sehingga kami bisa menjangkau lebih banyak peserta di Indonesia. Total ada lebih dari 500 tim yang melakukan registrasi dari Meulaboh sampai Papua. Atau dari sisi jumlah, terjadi kenaikan sebesar 20 persen dibandingkan dengan Predator League tahun sebelumnya,” tutur Herbet.

Tahap kualifikasi ini menyaring 8 tim Dota 2 yaitu BOOM Esports, PG BarracX, PG Godlike, Breakbeat Squad, Hans Pro Gaming, Mugiwara x Miracle, PRFS, dan Team Wolf.

Sementara untuk 16 tim PUBG adalah InVamouz, TGD DragonZ, Victim Reality, Victim Rise, Dreams, Alter Ego, PowerofWinner, Kuda Hitam, Wasted Player, 4nger WSC, OnePiece – RG, Akagami Mirror, Quantum eSports, BCS Raven, Space, dan Xperts MEG.

Menariknya, pemenang pertama sampai keempat juga berkesempatan menerima beasiswa untuk kuliah S1 di BRI Institute. Para pemenang diberi kesempatan mendapat pendidikan formal disamping berkarir sebagai pemain esports profesional.

"Ini membuktikan komitmen Acer untuk mendukung perkembangan eSports di Indonesia, tidak hanya dari sisi informal tapi juga sisi formal dari sisi akademis. Beasiswa diberikan selama tiga tahun secara gratis," tandas Herbert Ang.

Dirjen IKP Kemkominfo, Widodo Muktio, menyatakan dukungan terhadap perkembangan industri eSport di Indonesia.

"Kita ingin melihat Indonesia bukan menjadi negara yang konsumtif, tapi produktif di industri gim Indonesia. Kami juga akan terus membangun infrastruktur agar bibit-bibit atlet eSport di Indonesia bisa mendapatkan panggung," kata Widodo.



Sumber: Suara Pembaruan