Gregoria Disingkirkan Yamaguchi di Perempat Final

Gregoria Disingkirkan Yamaguchi di Perempat Final
Gregoria Mariska Tunjung. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. PBSI )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Jumat, 24 Januari 2020 | 15:29 WIB

Bangkok, Beritasatu.com - Pemain tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung terhenti di babak perempat final Thailand Masters 2020. Gregoria rupanya masih belum bisa mengatasi permainan Akane Yamaguchi (Jepang). Ia kalah dua gim langsung dengan skor 23-25, 14-21.

Hasil ini menambah ketertinggalan Gregoria dari Yamaguchi dalam rekor pertemuannya. Sebelumnya lima kali bertanding, Gregoria baru bisa mengamankan satu kemenangan.

Memulai gim pertama, Gregoria dan Yamaguchi beradu ketat di lapangan. Gregoria kemudian membuka peluang dengan unggul 10-8 dan 15-11. Namun Yamaguchi kembali menyusul dan berebut poin satu demi satu dari Gregoria.

Keduanya sempat terlibat empat kali setting point. Sayang akhirnya kemenangan game pertama tak bisa dikantongi Gregoria. Ia kalah 23-25.

“Gim pertama saya coba kena-kenain bola dia aja. Sama saya main lebih sabar. Tapi di beberapa poin saya kurang fokus menahan diri. Kaya beberapa kali bola sudah enak, saya pengen cepat-cepat matiin. Padahal untuk lawan pemain ulet kaya dia, nggak mungkin bola sekali serang langsung jebol. Kecuali bolanya sudah mentah banget. Tapi tadi saya beberapa kali malah maksain dan spekulasi. Jadi banyak posisi yang nggak pas,” jelas Gregoria ditemui di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Jumat (24/1/2020) dilansir Badminton Indonesia.

Masuk ke gim berikutnya, Gregoria rupanya tak bisa tampil lebih baik dari sebelumnya. Sempat unggul di awal dengan 4-1, namun akhirnya Gregoria harus menerima kekalahan 14-21 di gim keduanya.

“Gim kedua saya kurang lepas dan leluasa, karena kepikiran gim pertama yang kalah. Mentalnya kurang kuat untuk keluar dari tekanan,” ujar Gregoria.

“Mungkin saya terlalu mikirin hasil karena gim pertama kalah, jadi gim kedua harus lebih maksa. Jadinya kurang lepas dan maksa di lapangan. Jadinya semua bola yang harusnya mudah, malah out. Kontrol juga kurang akurat jadinya,” sambung atlet jebolan klub Mutiara Cardinal Bandung ini.



Sumber: Badminton Indonesia