FAA Selidiki Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant

FAA Selidiki Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant
Duka menyelimuti dunia basket Amerika Serikat setelah mantan pebasket legendaris Kobe Bryant meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter yang ditumpanginya, Minggu, 26 Januari 2020. ( Foto: Antara )
/ CAH Senin, 27 Januari 2020 | 07:02 WIB

California Beritasatu.com - Otoritas keselamatan transportasi udara Amerika Serikat, FAA, merilis pernyataan mengenai kematian sang legenda NBA Kobe Bryant bersama putrinya dan sekaligus menyatakan sedang menggelar penyelidikan atas kecelakaan itu.

Helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant terbakar setelah sebelumnya sempat berputar-putar di udara. Dinas penyelamat darurat segera mencapai lokasi jatuhnya helikopter itu tetapi mendapati tidak ada seorang pun yang selamat dari kecelakaan itu.

"Informasi ini masih awal dan masih bisa berubah. Sebuah helikopter S-76 jatuh pagi ini di bawah situasi yang belum diketahui di dekat Calabasas, California," ujar FAA dalam pernyataannya.

"Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa ada lima orang penumpang. Silakan cek kepada otoritas setempat untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi para penumpang. FAA dan NTSB (badan keselamatan transportasi nasional AS) akan menginvestigasinya."

Kota Calabasas juga mengeluarkan penyataan setelah kecelakaan itu. "Kabar yang amat menyedihkan bahwa kami mengetahui kematian Kobe Bryant dan empat orang lainnya dalam kecelakaan helikopter di Calabasas," tulis pemerintah kota itu.

Helikopter itu jatuh di lapangan terpencil di luar Las Virgenes sekitar pukul 10 pagi

Departemen Sherrif Los Angeles County memastikan semua dari kelima orang yang berada di heli itu meninggal dunia. "Tidak ada yang selamat dalam kecelakaan helikopter Calabasas. Para deputi LA dan Malibu masih bersama personel Dinas Kebakaran LA County. Investigasi masing berlangsung. Jauhi area itu sampai pemberitahuan lebih lanjut."

NBA mempertimbangkan untuk membatalkan semua laga NBA hari ini, tetapi laga Houston Rockets melawan Denver Nuggets masih berlangsung.

Kobe Bryant membela LA Lakers selama 20 tahun dan dianggap sebagai salah satu pebasket terbesar sepanjang masa.



Sumber: Reuters, Antara