Raih Emas, Windy Pelihara Peluang ke Olimpiade 2020

Raih Emas, Windy Pelihara Peluang ke Olimpiade 2020
Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah. ( Foto: PB PABSI )
Hendro D Situmorang / YUD Jumat, 14 Februari 2020 | 21:19 WIB

Tashkent, Beritasatu.com - Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisyah sukses meraih 3 medali emas di kelas 49 kg pada Kejuaraan Asia Angkat Besi Junior 2020 di Taskhkent, Uzbekistan, Jumat (14/2/2020). Keberhasilan ini tentunya semakin menjaga asa peluang dirinya meraih tiket pesta olahraga terbesar di dunia yang akan digelar di Tokyo, Jepang pada Juli mendatang.

Dalam kejuaraan yang merupakan salah satu ajang pengumpulan poin tiket Olimpiade Tokyo 2020 itu, Windy Cantika berhasil meraih angkatan snatch seberat 85 kg, angkatan clean & jerk seberat 100 kg dan total angkatan 185 kg.

"Hasil ini semakin mengunci tiket Olimpiade 2020 untuk nama Windy. Kita lihat perkembangannya dan pengumuman resmi nanti sampai April dari IWF. Kalau Windy kembali hasilnya bagus, dia bisa mengunci tiket," ujar Kepala Pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja, ketika dihubungi Jumat (14/2).

Sebelum bertanding di kejuaraan ini, Windy sebagai atlet muda berusia 17 tahun itu berada di peringkat ke-7 dunia, dan salah satu syarat lolos ke Olimpiade harus berada di posisi 14 besar dunia International Weightlifting Federation (IWF) serta tampil konsisten di berbagai kejuaraan.

Ia mengaku Windy memang ditargetkan bisa mendampingi seniornya, Eko Yuli Irawan yang sudah terlebih dahulu lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, Juli mendatang. Harapan itu muncul bukan tanpa alasan, sebab Windy yang merupakan lifter junior itu kerap tampil memukau pada beberapa kejuaraan internasional yang pernah diikutinya.

Pada SEA Games 2019 di Filipina, Windy yang turun di kelas 49 kg itu sukses menyumbangkan medali emas untuk Merah Putih dengan total angkatan 190 kg, dengan rincian angkatan snatch 86 kg dan 104 kg untuk angkatan clean and jerk.

Catatan tersebut sekaligus mempertajam rekor dunia remaja atas nama dirinya yang dibukukan di Kejuaraan Dunia Junior dan Remaja Oktober 2019 di Pyongyang, Korea Utara dengan total angkatan 186 kg.

Kendati begitu, prestasi tersebut lantas tak membuatnya aman lolos kualifikasi Olimpiade 2020. Windy masih harus mengikuti beberapa kejuaraan demi mendongkrak poin tampil di Tokyo.

Pada kejuaraan di Uzbekistan sebagai kualifikasi Olimpiade berkategori gold itu, Windy ditargetkan dapat menyamai hasil pada SEA Games 2019.

"Karena di SEA Games 2019 kategorinya silver, yang artinya total angkatan 190 kg nilainya 840 poin. Sementara di sini (Uzbekistan) Kejuaraan Asia ini kategorinya gold dan bisa dapat 880 poin. Jadi poinnya meningkat. Jadi, peringkat ke-9 sampai ke-14 enggak bisa kejar lagi. Posisinya aman di delapan besar,” ujar Dirdja.

Terakhir Windy harus mengikuti Kejuaraan Angkat Besi Dunia di Rumania, 14-20 Maret 2020 dan bisa berprestasi agar mengunci tiket Olimpiade 2020. Selain Windy, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) juga menurunkan tujuh lifter lainnya, yaitu Juliana Klarisa (55 kg), Putri Aulia Andriani (59 kg), Tsabitha Alfiah Ramadani (64 kg), Muhammad Faahtir (61 kg youth), Rizky Juniansyah (67 kg youth), Rahmat Erwin Abdullah 73 kg yunior, dan Mohammad Yasin (67 kg junior).



Sumber: BeritaSatu.com