Jakpro Klaim Keuntungan Formula E Bisa Rp 600 Miliar

Jakpro Klaim Keuntungan Formula E Bisa Rp 600 Miliar
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal )
Yustinus Paat / YUD Jumat, 14 Februari 2020 | 21:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto memprediksikan keuntungan ekonomi secara langsung dari ajang Formula E bisa mencapai angka Rp 500 sampai Rp 600 miliar. Menurut Dwi, balapan mobil listrik ini tidak hanya menjadi ajang olahraga tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menarik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

"Dalam proses pengerjaan studi keekonomiannya, yang real, dampak ekonominya (Formula E) antara Rp 500 miliar sampai Rp 600 miliar," ujar Dwi dalam acara media briefing Penyelenggaraan Formula E Jakarta di Novotel, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Selain Dwi, acara tersebut dihadiri juga oleh Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa dan Perwakilan Formula E Operation (FEO) Nuno Fernandez.

Keuntungan ekonomi tersebut, kata Dwi berasal dari berbagai pos pemasukan termasuk pemakaian hotel dan restoran oleh para peserta, tim dan penonton. Dia mencontohkan, Tim FEO yang datang ke Jakarta untuk mengikuti balapan tersebut sebanyak 2.000 orang.

"Tim FEO yang datang ke Jakarta saja, hampir 2000 orang. Kalau 2000 orang itu tinggal di Indonesia seminggu, bayangin berapa spending money-nya dia untuk biaya hotelnya, restorannya, dan keperluan macam-macamnya," ungkap Dwi.

Selain keuntungan ekonomi, kata Dwi, Formula E juga bisa membuat Monas dan Jakarta semakin terkenal di dunia. Penyelenggaraan Formula E membuat Kawasan Medan Merdeka termasuk Monas menjadi area ikonik yang terkenal di dunia.

Pasalnya, kata Dwi, commitment fee atau uang jaminan ke Federasi Otomotif Dunia (FIA) termasuk biaya infrakstruktur IT untuk mempublikasi balapan Formula E selama 45 menit di 140 negara.

"Ketika orang nonton balapan Formula E, mereka akan tahu Monas sebagai ikon Indonesia, ikon Jakarta. Begitu sebut Monas, maka mereka langsung tahu itu Jakarta, itu Indonesia. Seperti orang sebut menara Eifel, langsung tahu itu Prancis," terang dia.

Diketahui, PT Jakpro mengajukan penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp 767 miliar untuk menyelenggarakan balapan Formula E pada 2020 di Jakarta. PMD Rp 767 miliar diajukan dalam rancangan kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 DKI.

PMD yang diajukan rencananya akan digunakan infrakstruktur sebesar Rp 344 miliar dan bank garansi sebanyak Rp 423 miliar. Dana Rp 344 miliar digunakan untuk konstruksi trek balapan, berbagai persiapan, studi kelayakan (feasibilty study), asuransi, hingga pemasaran.

"Sedangkan bank garansi adalah duit yang nggak hilang. Nanti kalau event selesai, itu dikembalikan. Ini yang perlu klarifikasi ke teman-teman, beredar informasi (Formula E) mahal, ternyata tidak," tutur dia.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan balapan Formula E yang menggunakan mobil listrik memberikan pesan bahwa mobil listrik menjadi transportasi masa depan yang ramah lingkungan. Menurut dia, balapan ini menjadi salah sarana edukasi agar masyarakat bisa menggunakan transportasi yang ramah lingkungan.

Saat ini, kata Dwi, pihaknya sedang mencetakan barrier atau pembatas jalan untuk arena balapan. Pengaspalan rute balapan dan membangun tribun-tribun penonton akan dilakukan mulai Maret 2020 mendatang. Pengaspalan rute harus selesai 60 hari atau 2 bulan sebelum balapan diselenggarakan.

"Proses sejak pembuatan pagar, pengaspalan, hingga membangun tribun-tribun penonton memakan waktu sekitar 3 bulan. Proses terakhir adalah homologasi atau semacam sertifikasi yang akan dilakukan dan diberikan oleh FIA," tandas dia.

Dwi juga memastikan bahwa balapan Formula E tidak akan merusak Monas sebagai cagar budaya. Jakpro, kata dia akan berpegang teguh dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan catatan dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

"Dalam Nomor 11 Tahun 2010 disebutkan tentang perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan terhadap cagar budaya. Kita masuk ke area pemanfaatan. Mungkin generasi mendatang itu nggak ada yang tahu. Ini (Formula E) adalah suatu harmoni tradisi dan teknologi sehingga dipilih arena Monas. Di Paris juga begitu," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com