Christo Optimistis Lawan Kenya pada Laga Pembuka Play Off Piala Davis 2020

Christo Optimistis Lawan Kenya pada Laga Pembuka Play Off Piala Davis 2020
Petenis Pelatnas Putra Indonesia Christopher Rungkat mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Althaf dalam pertandingan babak semi final nomor tunggal putra BNI Tennis Open 2019 di lapangan tenis The Sultan Hotel, Jakarta, Kamis (21/11/2019). (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 5 Maret 2020 | 18:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Petenis Indonesia Christopher Rungkat akan mengawali perjuangan tim Piala Davis Indonesia saat menjamu Kenya dalam laga play off grup dunia di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta, Jumat (6/3/2020) siang.

Pada laga itu Christo menghadapi Sheil Kotecha. Berdasarkan hari undian yang dilakukan di Jakarta, Kamis, (5/3/2020), hari pertama memainkan dua partai tunggal. Bagi Christo, ini merupakan permainannya yang ke-23 kalinya tampil di Piala Davis. Namun, dia mengakui harus berhati-hati karena masih buta kekuatan lawan.

"Kemarin, saya sudah liat dan intip-intip permainan lawan, melihat bagaimana cara mereka latihan dan gaya permainannya seperti apa. Karena saya rada buta dengan susunan pemainnya dan kekuatan lawan. Jadi, saya lihat satu, dua pemain. Tetapi saya merasa bisalah (menang)," kata Christo.

Petenis berusia 30 tahun ini juga harus kembali beradaptasi dengan lapangan karena sudah lama tidak bermain di GBK Tennis Stadium. Meski begitu, Christo sudah menjalani latihan lebih dari seminggu dan merasa dalam kondisi fisik yang fit dan siap bermain di pertandingan nanti.

"Saya sudah seminggu terakhir latihan dan sudah beradaptasi dengan lapangan dan cuacanya, karena sudah lama. Jadi perlu waktu lebih lama dari yang saya perkirakan. Sampai saat ini, saya merasa oke, sehari sebelum bertanding sudah merasa fit dan siap bermain," ucap Christo.

Bukan hanya bermain tunggal, Christo juga siap jika diturunkan bermain ganda. Apalagi petenis kelahiran 14 Januari 1990 ini memang tengah fokus bermain ganda dalam kariernya. Bahkan, dia juga baru meraih gelar ATP Pertamanya pada nomor ganda di Maharashtra Open, India, awal Februari lalu. Namun, kondisi apakah dirinya bermain di ganda atau tidak tergantung oleh Kapten tim Indonesia, Febi Widhiyanto.

Selain itu, Indonesia akan memecahkan David Agung Susanto yang akan bermain di tunggal kedua untuk menghadapi Ismael Changawa Ruwa Mzai. Meski belum pernah bertemu, David yakin bisa mengatasi lawannya dengan baik. Apalagi, petenis berusia 28 tahun itu berada dalam kondisi siap tempur dan menghindarkan Indonesia terdegradasi ke Grup Dunia Zona III.

Manager tim Davis Indonesia Budi Martono mengakui kekuatan timnya dengan Kenya cukup berimbang dari segi rangking pemain. Tapi, dia sangat yakin kesempatan untuk memenangkan. Pertandingan lebih besar. Sebab, pasukan Merah Putih akan bermain di hadapan pendukung sendiri. Apalagi, Christo bakal memberikan perbedaan untuk membawa tim meraih kemenangan.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com