Gara-gara Corona, Olimpiade 2020 Bisa Ditunda 1-2 Tahun

Gara-gara Corona, Olimpiade 2020 Bisa Ditunda 1-2 Tahun
Ilustrasi olimpiade. ( Foto: ist )
/ YUD Rabu, 11 Maret 2020 | 15:42 WIB

Tokyo, Beritasatu.com - Penundaan pelaksanaan olimpiade selama satu atau dua tahun merupakan opsi yang paling fisibel jika Olimpiade Tokyo tak dapat digelar tahun ini demikian diungkapkan anggota eksekutif komite penyelenggara kepada Reuters. Olimpiade 2020 terancam gagal digelar karena wabah virus corona yang saat ini sudah menyebar secara global. 

Haruyuki Takahashi, salah seorang dari dua puluhan anggota dewan eksekutif Olimpiade Tokyo 2020, mengungkapkan lembaganya baru mencermati skenario-skenario mengenai bagaimana virus itu mempengaruhi Olimpiade.

Takahashi seperti dikutip oleh Wall Street Journal bahwa dewan ini tidak membahas dampak virus corona setelah terakhir bertemu Desember sebelum epidemi itu menyebar.

Baca juga: Imbas Corona, Seluruh Laga Ligue 1 Digelar Tanpa Penonton

Panitia penyelenggara berusaha menekankan pesan yang konsisten bahwa Olimpiade tidak akan dibatalkan atau ditunda namun sponsor yang sudah menggelontorkan miliaran dolar itu kian khawatir wabah virus corona akan mempengaruhi event itu.

Takahashi berkata kepada Reuters bahwa kerugian finansial akibat pembatalan atau menggelar Olimpiade tanpa penonton akan terlalu besar, sebaliknya penundaan selama satu tahun akan bentrok dengan jadwal olah raga profesional besar lainnya.

"Kami harus mulai menyiapkan kemungkinan apapun. Seandainya Olimpiade tidak bisa digelar musim panas nanti, maka penundaan selama satu atau dua tahun akan sangat fisibel," kata Takahashi.

Para pakar menilai penundaan satu tahun akan menjadi masalah logistik besar yang melipatgandakan televisi karena akan mengganggu jadwal terbuka musim panasnya nanti.

Baca juga: IOC Berupaya Olimpiade 2020 Tak Ditunda

Virus corona baru itu sudah menginfeksi lebih dari 116 ribu orang dan membunuh sekitar 4.000 orang di seluruh dunia sejak merebak di China tahun lalu.

Jepang sudah melaporkan hampir 1.300 kasus, termasuk 700 dari sebuah kapal pesiar yang dikarantina dekat Tokyo bulan lalu.

Selasa (10/3/2020), Jepang menghadapi jumlah terinfeksi terbesar dalam satu hari sebanyak 59 kasus, kata stasiun televisi NHK.

Akibat kabar-kabar terbaru itu, spekulasi pun berseliweran bahwa Olimpiade Tokyo 2020 yang sedianya dibuka pada 24 Juli bisa batal, tertunda atau diadakan tanpa penonton, seperti kebanyakan event kualifikasi pra-Olimpiade.



Sumber: ANTARA