Pengaruh Pandemi Corona, Indonesia Open Diperkirakan Diundur Hingga September

Pengaruh Pandemi Corona, Indonesia Open Diperkirakan Diundur Hingga September
Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan Hendra Setiawan (kiri) berpelukan seusai bertanding melawan ganda putra Jepang Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe pada babak perempat final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A )
/ YUD Sabtu, 21 Maret 2020 | 18:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengaruh pandemi virus corona membuat pagelaran Indonesia Open 2020 harus diundur. PP PBSI menginginkan agar penyelenggaraan kejuaraan bulu tangkis Indonesia Open 2020 diundur ke September dengan memertimbangkan situasi terkait pandemi virus corona (COVID-19).

Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto di Jakarta, Sabtu (21/3/2020) mengakui bahwa, keputusan untuk menyelenggarakan Indonesia Open sesuai jadwal, yakni pada 16-21 Juni itu memang tidak mudah di tengah kondisi Jakarta yang semakin mengkhawatirkan.

Baca juga: Pandemi Corona, PSM Perpanjang Libur Pemain

"Rasanya sih berat, maka kita sedang mencoba untuk bicara dengan pihak terkait dan stakeholders untuk memastikan (penyelenggaraan Indonesia Open 2020)," kata Budiharto.

"Kalau saya sendiri cenderung ingin menggeser Indonesia Open dengan Indonesia Masters Super 100 nanti di bulan September," katanya melanjutkan.

PBSI patut menyiapkan segala skenario terkait penyelenggaraan Indonesia Open 2020. Pasalnya, Federasi Bulu Tangkis Denmark selaku tuan rumah turnamen Thomas & Uber Cup 2020 pun telah memutuskan untuk menjadwal ulang kejuaraan yang sedianya dijadwalkan digelar pada 16-24 menjadi 15-23 Agustus akibat pandemi virus corona.

Baca juga: Kualifikasi Pengganti Olimpiade, PBSI Tunggu Pengumuman

Meski begitu, wacana penundaan Indonesia Open juga diakuinya bukanlah keputusan yang mudah karena mereka harus terlebih dulu mendapatkan izin dari induk cabang bulu tangkis dunia BWF.

Melihat eskalasi virus corona di Indonesia yang semakin meningkat, Budiharto berharap tidak ada pembatalan pada turnamen level Super 1.000 itu. Komunikasi dengan pihak terkait termasuk Kemenpora terus dilakukan untuk arahan dan izin penyelenggaraan.

Virus corona yang telah menginfeksi sekitar 234.000 orang di seluruh dunia dari 177 negara itu memaksa event olahraga terhenti seketika, termasuk seluruh turnamen bulu tangkis BWF.



Sumber: ANTARA