Anggota IOC: Olimpiade Tokyo Ditunda!

Anggota IOC: Olimpiade Tokyo Ditunda!
Pesawat Boeing 767-300ER yang membawa warga Jepang dari Wuhan tiba di bandara Haneda, Tokyo, Jepang, Rabu (29/1/2020). ( Foto: Antara / REUTERS/Kim Kyung-Hoon/foc. )
Heru Andriyanto / HA Selasa, 24 Maret 2020 | 13:43 WIB

Beritasatu.com - Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) Dick Pound mengatakan sudah ada keputusan untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020, kemungkinan hingga tahun depan, terlepas dari investasi miliaran dolar yang telah digelontorkan negara tuan rumah.

Australia dan Kanada sudah menegaskan tidak akan mengirim kontingen jika Olimpiade tetap digelar sesuai jadwal.

Pound seperti dikutip Reuters mengatakan penundaan selama satu tahun akan menjadi solusi terbaik. Artinya, pesta olahraga yang semestinya digelar 24 Juli-9 Agustus tahun ini kemungkinan akan diundur hingga musim panas 2021.

“Itu kesimpulan saya,” kata Pound, setelah IOC merilis pernyataan bahwa mereka sedang merencanakan sejumlah skenario untuk Olimpiade Tokyo 2020, termasuk kemungkinan penundaan.

“Dari yang terbaca dalam komunike IOC, jika Anda berencana menunda, pada akhirnya akan ditunda karena tidak ada rencana lain lagi ke depannya,” tambah Pound.

“Namun, jika Anda akan melanjutkan (menyelenggarakan Olimpiade) seperti sasaran semula, tidak ada alasan untuk merilis pernyataan seperti itu karena mereka sudah melakukan hal yang sama dalam beberapa pekan terakhir.”

Jika betul ditunda akibat pandemik virus corona, itu akan menjadi catatan sejarah karena yang pertama kali dalam 124 tahun perhelatan olimpiade modern.

Komite Olimpiade and Paralimpik Amerika Serikat (USOPC) ikut mendukung wacana penundaan setelah mendengar masukan dari para atlet.

“Kesimpulan paling penting dari tanggapan para atlet secara luas adalah bahwa meskipun misalnya kekhawatiran soal kesehatan sudah teratasi di musim panas nanti, tidak mungkin kita bisa mengatasi disrupsi besar dalam latihan, pengendalian doping dan proses kualifikasi dengan cara yang memuaskan,” kata USOPC dalam pernyataannya, Senin (23/3/3030) waktu setempat.

Jepang dan IOC sudah memastikan bahwa tidak ada opsi untuk membatalkan Olimpiade. Namun, memilih tanggal yang baru akan sangat rumit karena jadwal musim panas 2021 juga sudah sangat padat. Sementara itu, tahun 2022 akan menjadi ajang Piala Dunia sepakbola dan Olimpiade Musim Dingin di Beijing.

Pemerintah Jepang tengah bernegosiasi dengan IOC agar penundaan hanya maksimal satu tahun, menurut berita di suratkabar Sankei, Selasa (24/3/2020). Menurut jajak pendapat di harian yang sama, 70 persen warga Jepang setuju olimpiade ditunda.

Badan Atletik Dunia menyatakan mereka bersedia memindah jadwal kejuaraan dunia pada 6-15 Agustus 2021 di Eugene, Oregon, AS, untuk memberi jalan pada Olimpiade 2021.

“World Athletics sudah berdiskusi dengan Panitia Penyelenggara Oregon 21 tentang kemungkinan penundaan Olimpiade hingga tahun depan dan mereka kemudian juga berdiskusi dengan para pemegang saham penting untuk memastikan Oregon bisa menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik di tanggal yang lain jika diperlukan,” bunyi pernyataan Badan tersebut.

Belum Pernah Ditunda
Penundaan olimpiade akan menjadi pukulan bagi Jepang, yang telah mengeluarkan investasi lebih dari US$ 12 miliar, belum lagi para sponsor dan stasiun televisi.

Namun, banyak event olahraga besar lainnya juga harus ditunda. Para atlet juga kesulitan berlatih karena stadion, area gimnastik dan kolam renang di berbagai belahan dunia ditutup.

Dalam sejarah modern, olimpiade belum pernah ditunda, tetapi pernah dibatalkan pada 1916, 1940 dan 1944 karena perang dunia. Di era musim dingin, olimpiade banyak diboikot yaitu selama Olimpiade Moskwa 1980 dan Olimpiade Los Angeles 1984.

“Ketika IOC mengindikasikan bahwa mereka sedang memikirkan solusi-solusi lain, saat itulah sebetulnya sudah diputuskan untuk menunda olimpiade,” kata Presiden Komite Olimpiade Prancis Denis Masseglia.

Kanada dan Australia sudah mengancam bahwa mereka tidak akan ikut serta jika olimpiade tidak diundurkan ke 2021.

“Kita sedang berada dalam krisis kesehatan global dan itu jauh lebih signifikan daripada olahraga,” bunyi pernyataan Komite Olimpiade dan Paralimpik Kanada.



Sumber: Reuters