Angkat Besi Tunggu Jadwal Baru untuk Kualifikasi Olimpiade

Angkat Besi Tunggu Jadwal Baru untuk Kualifikasi Olimpiade
Atlet angkat besi andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan saat progres pemusatan latihan nasional (pelatnas) jelang SEA Games 2019 di pangkalan Marinir, Kwini, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 26 Maret 2020 | 16:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menunggu jadwal babak kualifikasi yang baru dari Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) sejak Presiden IOC (Komite Olimpiade Internasional) Thomas Bach dan Perdana Menteri Jepang, Abe Shinzo, memutuskan menunda Olimpiade Tokyo 2020 hingga tahun depan.

Pelatih Kepala Pelatnas Tim Angkat Besi Olimpiade Indonesia, Dirdja Wihardja mengatakan saat ini semua kegiatan termasuk babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 dihentikan. Kini, Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) sudah mengajukan jadwal ulang pelaksanaan kualifikasi di lima benua IOC.

Hingga saat ini, Indonesia baru meloloskan dua lifter yakni Eko Yuli Irawan (kelas 61 kg putra) dan Windy Cantika Aisah (kelas 49 kg putri). Indonesia masih punya peluang menambah lifter ke Tokyo pada Kejuaraan Angkat Besi Dunia di Rumania, 14-20 Maret lalu dan Kejuaraan Angkat Besi Asia yang dijadwalkan di Kazakhstan, 7-15 April 2020 yang sekaligus babak kualifikasi Olimpiade. Namun, jadwal pelaksanaan kedua event ini ditunda hingga Mei mendatang.

"IWF sudah mengajukan surat penundaan Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2020 dan Kejuaraan Angkat Besi Asia 2020 pada Mei mendatang. IWF juga telah menginformasikan bahwa IOC akan memberikan jawaban soal persetujuan jadwal penundaan itu akhir bulan Maret atau April 2020. Kita tunggu saja," katanya ketika dihubungi Rabu (25/3/2020).

Pada Kejuaran Dunia Angkat Besi 2020 dan Kejuaraan Angkat Besi Asia 2020, Indonesia punya peluang meloloskan empat lifter lagi ke Olimpiade Tokyo 2020. Mereka adala Denny (kelas 67 kg putra) peringkat 12 dunia, Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) peringkat 16 dunia, Nurul Akmal (kelas +87kg) peringkat 12 dunia, dan Triatno (kelas 73 kg) peringkat 17 dunia.

"Jika dua event babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 bisa dilaksanakan, mereka punya peluang untuk mengejar peringkat 8 besar dunia sebagai syarat meraih tiket ke Tokyo," jelasnya.

Ketika disinggung masalah program latihan di tengah wabah virus corona, Dirdja memastikan seluruh lifter Pelatnas Olimpiade tetap menjalaninya di Markas Marinir Jalan Kwini, Jakarta Pusat.

"Program latihan pelatnas Olimpiade tidak terganggu. Terus terang, ada hikmah yang bisa dipetik dengan keberadaan wabah Covid 19. Anak-anak bisa lebih konsentrasi dan tidak keluar dari lokasi pelatnas yang sudah steril. Habis latihan mereka langsung istirahat," ujarnya.

Sementara lifter putri andalan Indonesia, Windy Cantika mengaku hanya bisa pasrah dengan penundaan ini. Windy kini memilih fokus ke depan karena ada beberapa ajang lain yang juga akan berlangsung tahun depan, salah satunya SEA Games 2021.

"Kalau tidak jadi, ya sudah. Tahun depan ada SEA Games juga. Ada yang bilang enggak bakal ditunda karena jadwal sudah ada, tapi nyatanya ditunda," kata dia.

Lifter putra, Eko Yuli Irawan mengatakan penundaan Olimpiade 2020 harus disikapi atlet dengan pikiran positif. Hal ini baik dari segi kemanusiaan, karena dunia saat ini masih dilanda wabah virus corona.

"Selagi Olimpiade ini tetap dilaksanakan dan tidak dibatalkan, saya kira tidak merugikan. Penundaan dapat memberi atlet waktu persiapan lebih panjang. Ambil saja dampak positifnya yakni persiapan kami bisa jadi lebih panjang,” tutup Eko.



Sumber: BeritaSatu.com