Dampak Virus Corona, PBSI Minta Indonesia Open 2020 Dimundurkan

Dampak Virus Corona, PBSI Minta Indonesia Open 2020 Dimundurkan
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon mengembalikan kok ke arah ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam final Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (21/7/2019). Marcus-Kevin keluar sebagai juara setelah menang 21-19, 21-16. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
/ YUD Kamis, 26 Maret 2020 | 19:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PBSI meminta kepada BWF agar penyelenggaraan Indonesia Open 2020 diundur sebagai imbas dari pandemi virus corona. Dalam jadwal sebelumnya pelaksanaan Indonesia Open 2020 digelar pada 16 hingga 21 Juni 2020. PBSI meminta supaya penyelenggaraannya diundur menjadi 29 September hingga 4 Oktober 2020.

Menurut Sekjen PBSI Achmad Budiharto melalui keterangan tertulis, perubahan waktu tersebut dilakukan terkait wabah virus corona (COVID-19) yang tengah melanda negara-negara di dunia, termasuk negara asal para pemain bulu tangkis.

Baca juga: Pandemi Corona, Pelaksanaan Indonesia Open Dipertimbangkan

Lebih lanjut, dia mengatakan jadwal yang diajukan kepada BWF tersebut sebetulnya merupakan waktu penyelenggaraan turnamen bulu tangkis level Super 100 Indonesia Masters 2020.

“Kami sudah mengajukan perubahan waktu untuk penyelenggaraan Indonesia Open 2020, yaitu dari Juni menjadi September 2020. Kami memakai jadwal Indonesia Masters Super 100,” tutur Budi, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Pengaruh Pandemi Corona, Indonesia Open Diperkirakan Diundur Hingga September

Kendati demikian, dia mengungkapkan saat ini pihaknya masih menunggu keputusan sekaligus persetujuan dari BWF mengenai perubahan waktu pelaksanaan turnamen Indonesia Open tahun ini.

“Sekarang kami masih menunggu jawaban dari BWF. Apakah disetujui atau tidak. Kalau disetujui, lalu bagaimana dengan kelanjutan penyelenggaraan Indonesia Masters Super 100 nanti, apakah akan ditunda atau dibatalkan. Kami masih menunggu keputusan itu,” ungkap Budi.



Sumber: ANTARA