Melati Akan Fokus Perbaiki Konsistensi

Melati Akan Fokus Perbaiki Konsistensi
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti. ( Foto: Badminton Indonesia )
Hendro D Situmorang / AMA Rabu, 29 April 2020 | 17:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pebulutangkis ganda campuran yang menjuarai All England 2020 bersama Praveen Jordan, Melati Daeva Oktavianti mengaku, penampilannya belum stabil menuju Olimpiade Tokyo. Karena itu, penundaan pesta olahraga antarbangsa ke 2021 itu akan dimanfaatkannya untuk mempersiapkan diri secara lebih baik. Harapannya, dalam turnamen menjelang hingga pentas di Tokyo nanti, ia tampil lebih konsisten.

“Dari segi konsistennya, maunya sih kami bisa lebih konsisten di setiap penampilan di lapangan. Lebih baik dari penampilan sebelumnya yang masih naik turun. Secara pikiran jadi lebih agak longgar, karena sebetulnya sudah disiapkan banget tahun ini untuk ke Olimpiade. Dengan adanya kejadian ini (wabah Covid-19), terpaksa Olimpiadenya ditunda dan kami manfaatkan waktu yang ada untuk perbaiki apa yang kurang,” ucap Melati pada keterangan resmi PBSI, Rabu (29/4/2020).

Peraih medali emas ganda campuran SEA Games 2019 ini melanjutkan, “Persiapan ke Olimpiade itu rasanya memang beda, agak susah untuk dijelaskan. Pasti ada rasa tegang, karena harus benar-benar fokus di latihan, pertandingan, dan semuanya. Tetapi di satu sisi harus merasa enjoy juga.”

Penampilan Praveen/Melati sempat menurun sebelum menjuarai All England 2020. Di Malaysia Masters 2020, mereka terhenti di babak pertama dari wakil tuan rumah yang tak diunggulkan, Man Wei Chong/Pearly Tan, dengan skor 18-21, 13-21. Sepekan kemudian, di kandang sendiri, pada ajang Indonesia Masters 2020, Praveen/Melati terhenti di perempat final oleh pasangan Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue dengan skor 19-21, 21-14, 18-21.

Untunglah setelah itu mereka berhasil merebut dua turnamen level 750 secara berturut-turut yaitu Denmark dan Prancis Terbuka, sebelum dimahkotai oleh gelar juara turnamen level 1000 All England 2020. Capaian itu menempatkan mereka sebagai ganda campuran peringkat empat dunia dan menjadi pasangan andalan Indonesia dari sektor ini.

Itulah turnamen terakhir yang diikuti para pebulutangkis elite dunia. Bahkan turnamen tersebut berlangsung di tengah wabah pandemi Covid-19. Saat ini, para pebulutangkis Indonesia dan dunia masih menunggu pengumuman resmi kapan turnamen kembali bergulir dari federasi bulutangkis dunia (Badminton World Federation).



Sumber: Suara Pembaruan