Atlet, Pelatih, dan Pengurus PBSI Diminta Berjuang Bersama Lawan Covid-19

Atlet, Pelatih, dan Pengurus PBSI Diminta Berjuang Bersama Lawan Covid-19
Ketua Umum PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Wiranto. ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / JAS Kamis, 7 Mei 2020 | 13:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Wiranto mengimbau seluruh atlet, pelatih, maupun pengurus PP PBSI untuk terus bersama-sama berjuang melawan Covid-19. Mereka semua memang tidak bisa melakukan kegiatan maksimal karena protokol corona, namun tetap bertahan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.

"Saya mengajak warga PBSI untuk terlibat dalam perjuangan bangsa Indonesia. Saya tahu bahwa atlet, pelatih, dan pengurus, sudah terbiasa berjuang memenangkan setiap pertandingan di arena bulutangkis dari waktu ke waktu. Di pelatnas, mereka tetap berlatih sebagai persiapan untuk menghadapi setiap event yang akan datang," kata Wiranto dalam keterangan tertulisnya Rabu (6/5/2020).

Ketua Wantimpres itu meminta keluarga besar PBSI tidak memandang remeh penyebaran virus corona. Ia mengibaratkan virus tersebut seperti musuh yang tak tampak dan bisa menyerang siapa saja yang lengah. Hanya ada satu cara melawannya yaitu memutus mata rantai penyebarannya. Oleh karena itu, ia meminta keluarga besar PBSI ikut menaati dan membantu pemerintah.

Wiranto juga meminta agar PBSI menaati dan membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19 dengan cara yang dapat dilakukan sendiri. Ia menyampaikan rasa bangganya kepada para atlet dan pelatih atas kesadaran dan keikhlasannya untuk tetap tinggal di pelatnas dan berlatih guna mempersiapkan diri ke turnamen yang akan datang.

"PBSI berulang tahun ke-69 pada 5 Mei 2020 dan 69 adalah angka yang istimewa, angka 69 dibolak-balik tetap 69. Artinya dalam kondisi apapun, dalam kesulitan apapun, PBSI akan tetap menghadirkan prestasi yang membanggakan seluruh bangsa Indonesia," ujar Wiranto.

Kepala Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti juga berharap di usia ke-69 tahun ini PBSI bisa terus membuahkan prestasi untuk Indonesia. Olimpiade Tokyo 2020 awalnya merupakan target utama PBSI di tahun ini. Namun bergesernya penyelenggaraan olimpiade menjadi tahun depan, membuat laga final Piala Thomas dan Uber 2020 menjadi kejuaraan yang paling penting di tahun ini.

"Harapannya tetap jaya dan bisa terus memberikan prestasi terbaiknya dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Target PBSI saat ini yang paling utama adalah semua atlet sehat dulu, dan memang tahun ini kami berharap bisa membawa pulang Piala Thomas ke Indonesia," kata peraih emas Olimpiade 1992 itu.

Sementara Sekjen PP PBSI, Achmad Budiharto menyatakan sebagai keluarga besar bulutangkis, para atlet juga harus bersyukur karena cabang ini merupakan cabang kebanggaan Indonesia yang kompetisinya sudah level dunia. PBSI pun selama ini dinilai stabil dan mandiri dalam melakukan pembinaan atlet ke jenjang tertinggi. Di tengah kondisi dunia tengah penuh ketidakpastian, para atlet bulutangkis diminta berperan aktif mengurangi dampak negatif virus tersebut.

"Di saat seperti ini, kita harus bersyukur karena perjuangan bertahan di tengah wabah covid-19 tidak gampang. Banyak saudara-saudara kita dari cabang olahraga lain yang tidak seberuntung kita di PBSI," jelasnya usai perayaan HUT dan berbuka puasa bersama di ruang makan Pelatnas Cipayung yang dihadiri para atlet pelatnas, pelatih serta pengurus PBSI.

"Oleh karena itu, kita harus berperan aktif dalam membangun kembali suasana kompetisi. Kita bantu sesuai dengan peran kita, atlet bisa bantu berkontribusi dengan menjadi duta bulutangkis dalam membangun kembali animo masyarakat untuk bermain bulutangkis demi kembalinya pasar peralatan olahraga," lanjutnya.

Budiharto juga memberikan wejangan kepada atlet untuk terus berjuang meskipun suasana sedang sulit. Atlet diminta menjaga kepercayaan PBSI atas titel anggota tim nasional yang disandang mereka dan jangan sia-siakan kesempatan yang ada karena tidak semua atlet bisa menjadi bagian tim terbaik di Indonesia.

Disiplin, keteguhan, dan fokus atlet pelatnas harus tetap dijaga, karena atlet harus siap untuk kembali ke arena kompetisi yang semoga saja dalam waktu dekat bisa kembali normal. 



Sumber: BeritaSatu.com