Diusulkan Pembentukan Gugus Tugas Penyelamatan Prestasi Olahraga

Diusulkan Pembentukan Gugus Tugas Penyelamatan Prestasi Olahraga
Lifter Indonesia Eko Yuli usai melakukan angkatan "Snatch" angkat besi putra grup A nomor 62 kg Asian Games ke-18 di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, 21 Agustus 2018. (Foto: BeritaSatu Photo / Ruht Semiono)
Hendro D Situmorang / AMA Senin, 11 Mei 2020 | 14:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lektor kepala Universitas Pendidikan Indonesia, Dikdik Zafar Sidik mengusulkan pembentukan gugus tugas penyelamatan prestasi olahraga nasional. Tujuannya untuk memantau dan menjaga konsitensi pembinaan prestasi para atlet andalan Indonesia serta mensinergikan program olahraga nasional dan internasional menghadapi Olimpiade Tokyo (termasuk Paralympic), SEA Games Vietnam (Paragames), dan Pekan Olahraga Nasional XX di Papua (Peparnas) di tengah pandemi virus corona yang terjadi saat ini.

“Dalam kondisi krisis akibat wabah virus corona ini, pemerintah melalui Kempora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersama KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat dan KOI (Komite Olimpiade Indonesia) perlu membentuk gugus tugas darurat olahraga nasional atau apa pun namanya. Yang penting tujuannya untuk mencermati perkembangan olahraga guna mempertahankan dan meningkatkan prestasi dalam kondisi Covid-19. Masalahnya, tahun depan kita menghadapi kegiatan multi event yang padat baik di luar negeri maupun PON di dalam negeri,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta Senin (11/5/2020).

Lebih jauh ia menjelaskan, isi dari gugus tugas ini terbagi dua. Pertama, menangani permasalahan di tingkat internasional yang melibatkan unsur KOI, KONI, Kempora, dan PB/PP yang cabang olahraganya terlibat dalam ajang internasional. Kedua, orientasi permasalahan dalam negeri, termasuk daerah, yang melibatkan KONI Pusat, KONI Provinsi, PB/PP serta panitia tuan rumah penyelenggara multievent nasional (PB PON).

“Agar memberikan dampak positif secara maksimal, sebaiknya gugus tugas ini ada dalam program KONI Pusat dan KOI di bawah pengawasan dan pengendalian kebijakan Kempora. Hal itu sesuai dengan peran KONI Pusat yakni membantu Kempora sebagai pengawas dan pendamping, juga peran KOI dalam menjalankan misi prestasi Indonesia di kancah internasional. Ini juga sesuai dengan anggaran dasar KONI dan KOI,” ujarnya lagi.

Tugas mendesak gugus tugas ini adalah memantau dan menjaga prestasi atlet Indonesia dalam menghadapi Olimpiade dan SEA Games tahun depan. Jangan sampai kondisi para atlet menurun drastis selama Covid-19. Selain itu, bagaimana mempersiapkan atlet untuk mengikuti berbagai ajang internasional dan PON dengan waktu persiapan yang begitu mepet. “Mereka harus tetap mendapat perhatian serius sehingga bisa siap turun di Olimpiade dan SEA Games,” ucapnya.

Dikdik menjelaskan, serangan Covid-19 memang tidak menguntungkan bagi olahraga Indonesia secara langsung. Namun, selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari pandemi ini.

“Kita mencoba merenungkan apakah sudah tepat langkah yang diambil selama ini. Dari sini kita instal kembali untuk mendapatkan penyegaran dan perbaikan. Kita harus mengembalikan marwah olahraga itu sesuai dengan aturan dan fungsinya secara benar dan tepat, dan membangun kembali harmonisasi antar dan intern organisasi olahraga,” ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan