Kempora Potong Anggaran PON dan Peparnas Papua

Kempora Potong Anggaran PON dan Peparnas Papua
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. (Foto: Istimewa)
Hendro D Situmorang / AMA Selasa, 12 Mei 2020 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) memotong anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Papua untuk memerangi Covid-19. Dari total Rp 500 miliar yang dianggarkan untuk kedua ajang itu, setelah dipotong, hanya tersisa Rp 328,2 miliar

“Jadi sesuai intruksi presiden, kami, Kempora harus melakukan kegiatan prioritas penanganan Covid-19. Maka berdasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan (Kemkeu) 15 April kembali terjadi pemotongan anggaran,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat rapat kerja secara virtual dengan Komisi X DPR, Senin (11/5/2020).

Sebelumnya, anggaran Kempora yang senilai Rp 1,738 triliun sudah dipangkas hingga hanya tersisa Rp 1,4 triliun. Dengan putusan Kemkeu, maka anggaran itu kembali dipotong sebesar 30%, sehingga hanya tersisa Rp 1,173 triliun. Jumlah pemotongannya menjadi 564 miliar dan direalokasikan untuk penanganan Covid-19 di lingkup bidang kepemudaan dan olahraga.

Salah satu mata anggaran yang dipotong adalah untuk pelaksanaan PON dan Peparnas senilai Rp 328,2 miliar. Sisanya diambil dari pos untuk pengiriman atlet ke multivent yang mengalami penundaan seperti ke Olimpiade sebesar Rp 30,9 miliar. Anggaran pengadaan peralatan PON dan Peparnas juga ikut dipotong senilai Rp 191,8 miliar. Anggaran pengiriman kontingen ke ASG (ASEAN School Games) senilai Rp 6,8 miliar juga ikut dipotong, dan penyelenggaraan Popwil di lima wilayah diambil Rp 7 miliar.

Anggaran yang awalnya dialokasikan untuk kegiatan di dalam dan luar ruangan juga terpaksa harus direalokasi karena pemerintah pusat belum memberikan izin mengadakan kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

Sementara soal jadwal gelaran olahraga di Indonesia, Zainudin Amali belum bisa memastikan kapan akan dimulai kembali. Ia menegaskan, keputusannya masih menunggu lampu hijau dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Untuk pertanyaan soal kapan event olahraga di Indonesia bisa digelar lagi, kami belum tahu. Kami sepenuhnya patuh pada keputusan pemerintah pusat dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” Zainudin Amali



Sumber: Suara Pembaruan