KONI Usulkan Perubahan Nama PON Papua

KONI Usulkan Perubahan Nama PON Papua
Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, Soewarno (tengah), meninjau latihan tim gulat putri Asian Games. (Foto: Istimewa)
Hendro D Situmorang / AMA Rabu, 13 Mei 2020 | 14:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengusulkan perubahan nama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2020 menjadi PON XX Tahun 2021 karena dilaksanakan pada 2021. Keputusan ini berbeda jauh dibanding dengan Olimpiade XXXII Tokyo, Jepang, yang juga mengalami penundaan selama setahun. Meski diundur, Komite Olimpiade Internasional (IOC) tetap membabtis Olimpiade Tokyo dengan nama Olimpiade 2020.

“Perubahan nomenklatur merujuk pada tahun pelaksanaan PON Papua yang mundur hingga setahun, dari sebelumnya dijadwalkan bergulir 20 Oktober hingga 2 November 2020. Waktu penyelenggaraan PON XX diambil pada tanggal 2-13 Oktober 2021,” kata Wakil Ketua Umum I Bidang Olahraga KONI, Suwarno, ketika dikonfirmasi Rabu (13/5/2020), seusai menggelar rapat virtual dengan KONI seluruh Indonesia.

Selain perubahan nama dan jadwal, rapat KONI tersebut juga membahas batasan usia atlet, pertemuan CdM, dan entry by name (pendaftaran atlet). Soal batasan usia, KONI Pusat memilih untuk tidak melakukan perubahan. Atlet yang berangkat ke PON 2021 sesuai dengan hasil kualifikasi pada 2019.

Jumlah cabang olahraga (cabor), disiplin, nomor pertandingan, serta kuota, atlet juga tidak berubah. PON 2021 tetap menyelenggarakan 37 cabor, 56 disiplin, 679 nomor, serta kuota atlet berjumlah 6.442 orang. Kualifikasi PON yang sudah digelar, juga tidak perlu diulang. Atlet dan tim yang sudah lolos, tetap berlaga di Papua tahun depan.

“Sementara CdM meeting kedua akan dilangsungkan pada November 2020 dan CdM meeting ketiga berlangsung pada Juli 2021. Terkait entry by name, kami akan membahasnya Februari 2021,” urai Suwarno.

Sementara terkait waktu penyelenggaraan, Ketua Umum KONI Marciano Norman menegaskan, pihaknya sudah mempertimbangkan ajang lain yang berlangsung sepanjang 2021, terutama Olimpiade Tokyo. KONI, kata dia, tidak punya banyak pilihan untuk penyelenggaraan PON Papua. Sebab, agenda olahraga Indonesia sebelum Oktober 2021 sudah begitu padat. Apalagi sejumlah ajang yang seharusnya berlangsung pada 2020 juga terpaksa dijejalkan ke awal 2021 karena dampak pandemi Covid-19, terutama Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan berlangsung
23 Juli-9 Agustus 2021.

Terkait ini, Sekjen KONI, Ade Lukman menambahkan, pertimbangan KONI memilih tanggal tersebut juga karena mepet dengan penyelenggaraan SEA Games yang berlangsung 21 November-2 Desember. “Dengan digelar awal Oktober maka ada waktu satu bulan buat atlet yang ikut PON dan SEA Games recovery. Selain itu, peak perfomance-nya juga bisa mereka dapatkan pada kedua multievent tersebut,” ujarnya.

KONI akan melaporkan hasil rapat ini kepada Panitia Besar PON dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali untuk bisa disepakati bersama secepat mungkin. Namun, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, secara terpisah, belum mau berkomentar banyak karena masih menunggu pemberitahuan resmi. “Kami tunggu suratnya,” kata Gatot singkat.

 



Sumber: Suara Pembaruan