Lebaran, Atlet Bulutangkis Tetap Jalani Karantina di Pelatnas

Lebaran, Atlet Bulutangkis Tetap Jalani Karantina di Pelatnas
Sejumlah atlet bulutangkis melakukan latihan jelang Kejuaraan Piala Sudirman 2019 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa, 7 Mei 2019. Tim Bulutangkis Indonesia berada di Grup 1B bersama Denmark dan Inggris dalam kejuaraan Piala Sudirman 2019 yang akan berlangsung di Nanning, Cina pada 19-26 Mei. ( Foto: ANTARA FOTO / Yulius Satria Wijaya )
Hendro D Situmorang / WBP Jumat, 15 Mei 2020 | 14:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan para atlet tetap tinggal di pelatnas Cipayung, Jakata Timur, untuk menjalani karantina tertutup meski ada libur Lebaran.

Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, mengungkapkan jelang Hari Raya Idulfitri 1441 H, staf dan karyawan PBSI akan diliburkan pada 21-26 Mei, kecuali atlet. Atlet diperbolehkan menerima kunjungan orangtua dan keluarga secara terbatas pada Lebaran. Itu sesuai dengan SOP PBSI. Kegiatan ini dijadwalkan dan dikoordinasi tim Pembinaan Prestasi (Binpres) dan tim dokter PBSI.

Baca juga: Atlet, Pelatih, dan Pengurus PBSI Diminta Berjuang Bersama Lawan Covid-19

PBSI juga akan mendiskusikan kemungkinan pelaksanaan teknis salat id di pelatnas. Seandainya memungkinkan untuk dilaksanakan, kegiatan harus mengacu protokol keselamatan dari pemerintah.

"Selama masa libur Lebaran, atlet tetap harus berada di pelatnas. PBSI akan tetap memfasilitasi kebutuhan mereka di pelatnas. Termasuk kebutuhan makanan dan latihan, akan diatur oleh bagian terkait," ujar Budiharto dalam keterangan resmi PBSI, Jumat (15/5/2020).

Di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19, PBSI bersyukur dapat memenuhi kebutuhan internal demi keberlangsungan pelatnas bulutangkis. PBSI telah membayar gaji dan THR karyawan serta pelatih secara penuh.

PBSI berencana kembali beraktivitas secara normal pada 2 Juni mendatang. Rencana ini disesuaikan keputusan pemerintah terkait masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Demi memastikan kawasan pelatnas bebas corona, PBSI melaksanakan rapid test ketiga pada 27-29 Mei. Sebelumnya, PBSI telah mengadakan rapid test pertama pada 25 Maret dan rapid test kedua pada 24 April.

Rapid test ketiga dilakukan bertahap selama tiga hari. Mengingat, seluruh staf dan karyawan PBSI juga akan mengikuti tes, sebelum kembali bekerja jadwal normal. "Kami ingin memastikan kawasan pelatnas bebas Covid-19. Jadi semua akan dites, termasuk staf dan karyawan. Sekaligus membantu pemerintah membatasi perkembangan virus," ucap Budiharto.

Para atlet pelatnas hingga saat ini masih menjalani program latihan khusus selama masa pandemi yang bertujuan menjaga kebugaran tubuh dan menjaga agar feel bermain tidak hilang. Jadwal pertandingan terbaru masih belum dirilis oleh Badminton World Federation (BWF).

Program Khusus
Sementara Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian tengah mempersiapkan program khusus untuk ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyusul keputusan ditundanya penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 menjadi tahun depan.

Greysia/Apriyani yang kini duduk di peringkat 8 dunia, merupakan ganda putri andalan Indonesia di ajang olimpiade. Namun mundurnya olimpiade menjadi satu tantangan buat pasangan ini, terutama bagi Greysia yang sudah tak lagi muda. Pemain kelahiran 11 Agustus 1987 ini mesti bisa menjaga kondisi dan staminanya hingga event akbar tersebut.

Greysia/Apriyani yang telah dipersiapkan untuk mencapai peak performance mereka di olimpiade pada tahun ini, harus mengikuti penyesuaian program dengan jadwal baru olimpiade. "Sudah menjadi risiko dengan ditundanya olimpiade, ada PR untuk menjaga performa Greysia di tahun depan. Saya sudah mempersiapkan program khusus untuk Greysia, dibantu dari tim strength and conditioning, tim nutrisi dan dokter PBSI," ungkap Eng.

Pada masa karantina tertutup di tengah wabah Covid-19, tim pelatnas tidak bisa menjalankan latihan seperti biasa. Eng memanfaatkan momen ini untuk fokus ke rehabilitasi cedera yang dialami para atletnya. "Nanti di awal Juli baru akan masuk ke sesi penguatan otot-otot pendukung supaya tidak terjadi cedera lagi," lanjut peraih medali perunggu ganda putra Olimpiade Athena 2004 bersama Flandy Limpele ini.

Meski punya tantangan menjaga kondisi Greysia untuk setahun ke depan, Eng mengatakan bahwa penundaan olimpiade juga berdampak positif bagi Apriyani yang merupakan pemain muda. Dua hal utama yang menjadi fokus Eng pada pasangan juara Daihatsu Indonesia Masters 2020 ini adalah peningkatan power dan skills. "Situasi seperti ini ada plus-minusnya. Minusnya adalah saya harus lebih hati-hati dengan penjagaan kondisi fisik Greysia, tapi positifnya, saya bisa dapat waktu lebih untuk mengasah kematangan Apri," kata Eng.

Ia dan tim pelatih ganda putri memberikan pengertian kepada para atletnya bahwa ini adalah waktunya meningkatkan kemampuan mereka tanpa diburu oleh jadwal turnamen.



Sumber: BeritaSatu.com