Baru Dilantik, PB Perpani Bidik Medali di Olimpiade Tokyo

Baru Dilantik, PB Perpani Bidik Medali di Olimpiade Tokyo
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Hj. Illiza Sa’duddin Djamal. ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / CAH Kamis, 21 Mei 2020 | 13:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) Hj Illiza Sa’duddin Djamal langsung membidik medali Olimpiade Tokyo pada 2021 mendatang. Ia berharap tim panahan Merah Putih bisa mengulang sejarah di Olimpiade Seoul 1988 yang saat itu menyabet medali perak yang diraih oleh trio Srikandi yakni Kusuma Wardhani, Nurfitriyana Saiman dan Lilies Handayani.

"Kami berharap bisa mengulang sejarah. Saat ini Tim panah Indonesia telah mengantongi 2 tiket menuju Olimpiade Tokyo, masing-masing di nomor perorangan putra dan putri, masih tersisa tiket pada nomor beregu yang akan diperebutkan pada kejuaran Word Archery mendatang," ujar Illiza Sa’duddin Djamal usai dilantik Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman melantik dan mengukuhkan PB Perpani secara virtual di Gedung KONI Pusat, Rabu (20/5).

Diakui Tim Panahan Indonesia juga berjaya di ajang multi event Asian Games 2018. Saat itu Indonesia memperoleh medali perak oleh Diananda Choirunnisa dan perunggu oleh Riau Ega Agatha Salsabila. Hasil positif ini berlanjut pada pesta olahraga SEA Games 2019 Manila yang menyabet 2 emas, 2 perak dan 4 perunggu, sesuai target yang dibebankan oleh National Olympiade Committee (NOC) Indonesia.

“Dengan struktur kepengurusan yang akan melanjutkan masa bakti 2018-2022 yang sangat lengkap, saya yakin olahraga panahan akan semakin maju. Saya percaya para pengurus yang ada dalam struktur akan bekerja atas dasar cinta dan dengan niat baik untuk menjaga pencapaian Perpani selama ini serta akuntabilitas olahraga Panahan di Indonesia,” ujar Illiza.

Diakui mewabahnya virus corona ini berdampak juga pada rencana pemusatan latihan nasional (pelatnas) dan tertundanya berbagai event internasional dan rencana try out yang akan dilakukan Perpani. Keadaan ini menjadi tantangan PB Perpani untuk membuat terobosan dan solusi agar pembinaan atlet nasional terus berjalan. Salah satu alternatif adalah memberikan kesempatan kepada para atlet untuk terus berlatih di rumah dan daerahnya masing-masing.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman meyakini di bawah kepemimpinan Illiza, PB Perpani bisa melanjutkan prestasi-prestasi yang telah dicapai seperti ketua-ketua sebelumnya. Ia mengharapkan tradisi medali Olimpiade dapat kembali dipersembahkan atlet panahan Indonesia.

"Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik dari atlet, pelatih, pengurus maka tak mustahil Olimpiade Tokyo mendatang, tim panahan Merah Putih mampu persembahkan medali bagi Bangsa Indonesia. Di tengah pandemi ini, kita tak boleh menyerah begitu saja. Latihan mandiri yang dijalani dengan bimbingan pelatih, maka seharusnya prestasi jangan menurun," jelasnya.

Lebih lanjut Menpora Zainudin Amali mengingatkan agar Perpani untuk menghindari perselisihan dan menjaga persatuan. Ia berharap kata persatuan ini tetap dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan berorganisasi sehari-harinya. Jadi, pengurus Perpani jangan sampai persatuan berganti pertengkaran.

"Karena itu, saya minta Perpani yang dipimpin oleh Illiza Sa’aduddin Djamal untuk terus memimpin sampai berakhir masa kepengurusannya cukup dengan satu kepengurusan," pesannya.

Illiza terpilih dalam Munaslub Perpani pada akhir 27 Februari 2020 di Jakarta secara aklamasi, menggantikan Kelik Wirawan Widodo yang mengundurkan diri. Agenda pelantikan semula sudah diagendakan oleh PB Perpani di bulan Maret namun adanya wabah Covid 19 sehingga tertunda namun atas kesepakatan KONI Pusat dan Perpani diputuskan pelantikan secara virtual.

Dalam hal ini, PB Perpani mencetak sebuah sejarah baru karena menjadi organisasi cabang olahraga (cabor) pertama yang pengurus barunya dilantik dan dikukuhkan secara virtual serta belum pernah terjadi dalam perjalanan KONI.



Sumber: BeritaSatu.com