PP Perbasi: Keluarkan Panduan, Belum Jadi Lampu Hijau

PP Perbasi: Keluarkan Panduan, Belum Jadi Lampu Hijau
Insan bola basket Indonesia siap menyambut protokol baru di era normal baru dengan memakai masker. (Foto: Istimewa)
Hendro D Situmorang / JAS Rabu, 17 Juni 2020 | 14:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Bola Basket Indonesia Menuju Normal Baru (new normal). Namun protokol atau panduan kesehatan pada cabor basket, belum menjadi lampu hijau untuk menggelar pelatihan atau pertandingan.

Sekretaris Jendral PP Perbasi, Nirmala Dewi, mengatakan pihaknya tidak ada yang tahu dan menentukan kapan pandemi Covid-19 ini berakhir. Tetapi pencinta olahraga khususnya basket harus bisa move on agar menyesuaikan era new normal dan tetap beraktivitas.

“Jadi dengan adanya panduan ini, bisa ya bisa juga tidak. Ini dilihat kembali kondisi daerah yang menyelenggarakannya. Kalau kondisinya tidak mungkin, tentu tidak diizinkan dan jelas ini lampu merah. Namun kalau di daerahnya aman dan dinyatakan aman, ya boleh saja, artinya menjadi lampu kuning dan hijau, asal mengikuti semua protokol bola basket,” kata Nirmala Dewi saat jumpa pers virtual menggunakan media Zoom, Rabu (17/6/2020).

PP Perbasi sudah mengeluarkan acuan New Normal Guidance. Dalam cover guidance itu, tampak jelas para pebasket Indonesia berlatih menggunakan masker. Selain mempersiapkan kebersihan dengan mencuci tangan, syarat wajib adalah penggunaan masker. Dalam penyusunan pedoman ini, PP Perbasi dibantu oleh tim dari Rumah Sakit Royal Progress, yaitu dr Panudju Djojoprajitno MARS beserta tim.

“PP Perbasi meminta kepada seluruh klub bola basket beserta perangkat pertandingan seperti wasit, petugas meja, dan penyelenggara kegiatan bola basket untuk dapat mematuhi pedoman yang telah diberikan. Ini demi mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19,” jelas Nirmala.

PP Perbasi berharap dalam menjalankan pedoman new normal ini para pencinta bola basket Tanah Air kiranya tetap dapat berkoordinasi dengan satuan gugus tugas di daerah masing-masing. Sebab aturan pemerintah setempat masing-masing daerah punya kebijakan yang berbeda-beda tergantung dari tingkat penularan Covid-19 sendiri di masing-masing wilayah.

Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih, menegaskan pihaknya bijak menyikapi panduan dalam new normal yang dikeluarkan pemerintah. Ini merujuk dari surat edaran Nomor 6.11.1/Menpora/VI/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) pada kegiatan Kepemudaan dan Keolahragaan dalam Mendukung Keberlangsungan Pemulihan Kegiatan melalui Adaptasi Perubahan Pola Hidup dalam Tatanan Normal Baru.

“PP Perbasi tidak bisa menentukan kapan kompetisi bola basket bisa dimulai. Karena untuk bisa dimulai latihan, harus seizin dan ikut aturan Gugus Tugas Covid 19 masing-masing daerah. Perbasi hanya bisa membuat protokolnya aja,” ucap dia.

“Perbasi tidak mau bermain-main dengan situasi new normal. Kita sudah kangen pada bola basket, namun tetap harus ekstrahati-hati. Apalagi bola basket masuk dalam kategori cabang olahraga yang berpeluang besar menularkan Covid-19. Kita waspada dan siaga penuh,” tambah Danny Kosasih.

Kompetisi bola basket Indonesia (IBL) juga tengah mempersiapkan diri, dengan berbagai protokol. Salah satunya dengan tidak menggunakan lagi pemain asing dan tidak menghadirkan penonton. 



Sumber: BeritaSatu.com